previous arrow
next arrow
Slider

WAPALHI MERAUNG

Puncak Sejati full team

Semarang, 22 Oktober 2018. Kami di beri kesempatan oleh Allah swt untuk dapat melakukan pendakian ke gunung Raung Banyuwangi Jawa Timur. Perjalananan kami kali ini digagas oleh alumni / saudara tua Wapalhi dengan total 9 orang peserta.

Perlu banyak persiapan untuk pendakian ini, karena apa ? Gunung Raung tak seperti gunung gunung biasanya, yang cukup hanya bermodal  peralatan camping saja, tetapi pendakian Gunung Raung butuh alat panjat tebing seperti carmentel, webbing, carabiner, dan masih banyak lainnya untuk menunjang perjalanan menuju puncak sejati. Mungkin itu sebabnya Gunung Raung mendapat julukan gunung dengan trek / jalur ter ekstrim di Indonesia.

Perjalanan ini dimulai tanggal 22 Oktober, mulai pukul 15.00 WIB kami mulai mempersiapkan alat / barang yang akan dibawa, membeli bahan pakan, mengisi gas, dan mempacking itu semua ke dalam carier. Persiapan selesai kurang lebih pukul 23.50 WIB. Pukul 01.30 WIB dini hari kami bergega menuju Terminal Sukun untuk menaiki bus jurusan Solo. Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya kami mendapatkan bus untuk menuju Solo. Jalanan yang sepi membuat bus yang kami naiki melaju kencang, hingga kurang dari dua jam kami telah sampai di tujuan kami yaitu Solo. Kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Purwosari Solo dengan berjalan kaki kurang lebih 1 km. Setelah lelah berjalan kaki selama 20 menit, kami telah sampai di Stasiun Purwosari. Karena kereta yang akan kami naiki berangkat pukul 07.55 WIB, kami memutuskan untuk istirahat distasiun. Pukul 05.00 WIB kami bangun untuk persiapan diri dan juga sarapan. Tampak suasana distasiun sudah mulai ramai oleh para penumpang. akhirnya pada pukul 07.50 WIB kereta api Sri Tanjung tujuan Kalibaru Banyuwangi telah tiba. kami bergegas menaiki gerbong dan mencari tempat duduk sesuai dengan tiket yang telah kami pesan jauh jauh hari. perjalanan ke Kalibaru membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam, sepanjang perjalanan kami isi dengan sendang gurau, menyemil, dan jika lelah kami dapat tidur pulas didalam gerbong kereta.

basecamp raung

Pukul 19.18 WIB kami tiba distasiun Kalibaru Banyuwangi. sesaat setelah keluar dari stasiun, banyak tukang ojek menawarkan jasanya untuk mengantar ke basecamp Raung. Kali ini kita memilih untuk ke basecamp Bu Soeto dengan menggunakan jasa ojek dengan memabayar 35 ribu rupiah untuk setiap orangnya. Perjalanan ke basecamp butuh waktu kurang lebih 30 menit melewati perkampungan dan kebun kakao, walau hari sudah malam perjalanan ke basecamp ini tetap indah karena cahaya bulan menyinari dengan indahnya. Sampai di basecamp, kami disambut oleh penjaga basecamp dan ditawari untuk memesan makan malam.

keadaan basecamp kala itu sepi hanya ada rombongan kami. Setelah semua rombongan kami telah sampai di basecamp, sembari menunggu pesanan makan malam, kami mengecek ulang barang bawaan kami untuk pendakian esok hari, pengecekan ini juga diawasi pihak basecamp guna melihat alat yang kami bawa telah memenuhi syarat untuk melakukan pendakian atau tidak. Persiapan juga meliputi pembagian beban setiap cariernya, dan pembagian botol air minum yang setiap orang minimal membawa air sebanyak 6 liter, karena diatas sana tidak terdapat sumber air. Persiapan selesai bebarengan dengan pesanan makan malam kami yang telah siap juga. kami bergegas menyantapnya karena perut yang sudah lapar. Setelah perut kenyang, kami memutuskan untuk istirahat agar perjalanan esok berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan kami.

POS 1

Keesokan harinya, tepatnya pukul 7 pagi kami telah siap melakukan pendakian. Beranjak dari basecamp Bu Soeto, untuk mempersingkat waktu dan untuk menghemat tenaga, kami memilih menggunakan jasa ojek untuk ke pos 1. Sebelum ke pos 1, kami sempat singgah ke sekretariat untuk melakukan regristasi. Pos 1 sendiri memiliki ketinggian 980 mdpl, di sini kamu dapat menemukan sumber air terakhir. Jadi manfaatkan itu sebaik mungkin.

Pos 1 – Pos 2 (3 jam)
Selepas pos 1, perjalanan dilanjut menuju pos 2, track masih terasa landai, pemandangan berupa kebun kopi dan disambung oleh hutan yang cukup rimbun, sedangkan medan didominasi oleh tanah padat. Setelah berjalan sekitar 3-4 jam, kamu akan sampai di pos 2.
Pos 2 sendiri merupakan sebuah tempat bernama Pos Semar, berada pada ketinggian 1.431 mdpl. Di sini, kamu dapat mendirikan tenda dan beristirahat. Sebab, tempat ini memiliki area datar yang cukup luas.

Pos 2

Pos 2 – Camp 3 (60 menit)
Perjalanan menuju camp 3, kemiringan track meningkat cukup tajam, melipir melintasi punggungan bukit, pemandangan di sebelah kanan berupa hutan yang sedikit terbuka, dan sebelah kiri berupa jurang, oleh karenanya berhati-hatilah saat memilih pijakan.
Setelah berjalan sekitar 1 jam, kamu akan sampai di camp 3, sebuah tempat yang berada pada ketinggian 1.656 mdpl, area tanah datar yang tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu menampung 3 tenda.
  

Camp 3 – Camp 4 (2 jam)
Setelah melewati camp 3, track akan terasa landai, bahkan di beberapa titik, kamu dapat menemukan turunan, kemudian melipir kembali ke punggungan gunung dan track kembali menanjak. Sedangkan, pemandangan tidak banyak berubah, masih berupa hutan di sebelah kanan dan jurang di sebelah kiri. Setelah berjalan sekitar 2 jam, maka kamu akan sampai di camp 4, yang berada pada ketinggian 1.855 mdpl.

Camp 4 – Camp 5 (45 menit)
Jarak antara camp 4 dan camp 5 tidaklah jauh, namun kemiringan track yang semakin menanjak membuat perjalanan terasa lambat. Sementara, hutan semakin rimbun dan jalur sempit diapit oleh semak belukar yang berduri, membuat kita harus berhati-hati dan tidak usah terburu-buru. Setelah berjalan sekitar 45 menit, maka kamu akan sampai di camp 5, yang berada pada ketinggian 2.115 mdpl.

Camp 5 – Camp 6 (30 menit)

Selepas camp 6, perjalanan semakin berat, track semakin sadis, kamu akan melewati tiga pundakan yang cukup terjal, terlebih jurang mengapit jalur di sebelah kanan dan kiri, membuat kita harus lebih berhati-hati. Setelah berjalan sekitar 30 menit, maka kamu akan sampai di camp 6, yang merupakan pos 3, bernama Pos Petruk, berada pada ketinggian 2.285 mdpl.

Camp 6 – Camp 7 (45 menit)

Beranjak dari camp 6, penyiksaan masih terus berlanjut, kadar kesadisan track masih terus meningkat, tanjakan semakin terjal. Sementara, pemandangan di sini lebih terbuka, membuat angin berhembus terasa sangat kencang. Setelah berjalan sekitar 45 menit, maka kamu akan sampai di camp 7, yang berada pada ketinggian 2.541 mdpl.

Camp 7

Camp 7 – Camp 8 (2 jam)

Perjalanan menuju camp 8, kamu akan melintasi track menanjak, melewati gunung Wates, melipir di punggungan gunung. Setelah berjalan sekitar 2 jam, maka kamu akan sampai di camp 8, sebuah area tanah datar yang sempit, mungkin hanya mampu menampung 2 tenda saja. Camp 8 sendiri berada pada ketinggian 2.876 mdpl.

Camp 8 – Camp 9 (60 menit)
Kondisi jalur pendakian tidak banyak berubah, kamu akan melewati beberapa tanjakan dan belokan, sementara pemandangan masih berupa hutan yang rapat. setelah berjalan sekitar 1 jam, maka kamu akan sampai di camp 9, yang merupakan pos 4, bernama Pos Bagong, berada pada ketinggian 3.023 mdpl, merupakan batas vegetasi.

perjalanan menuju puncak Sejati

Camp 9 – Puncak Bendera (15 menit)
Selepas camp 9, perjalanan menuju puncak Bendera hanya membutuhkan waktu 15 menit, vegetasi sangat terbuka, terkadang angin bertiup sangat kencang, sementara medan didominasi oleh bebatuan dan kerikil. Puncak Bendera sendiri berada pada ketinggian 3.154 mdpl, merupakan tempat peristirahatan terakhir sebelum menerjangi jalur yang amat ekstrim.

Puncak Bendera – Puncak 17
Puncak Bendera merupakan gerbang masuk menuju jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia. Persiapkan beberapa alat-alat climbing, di antaranya adalah webbing, carabiner, harnest, jumar, ascender, tali carmantel (40 meter) dan figur of eight (pastikan dalam keadaan baik).
Selepas puncak Bendera, kamu akan melintasi jalur ekstrim berupa punggungan gunung, berjalan di bibir jurang, medan didominasi oleh pasir yang membuat jalur terasa licin. Membutuhkan kecermatan dan konsentrasi agar dapat melewatinya. Perjalanan ini akan membawamu pada titik rawan 1 dan titik rawan 2, yang terkenal dengan ke-ekstrimannya.

Puncak 17 – Puncak Tusuk Gigi
Setelah melewati puncak 17, jalan akan menurun curam, kamu harus melewati sebuah turunan sempit yang diapit oleh jurang di sebelah kanan dan kiri, kemudian melewati sebuah tebing yang bisa kamu lalui dengan teknik pendakian rappeling. Tetap jaga konsentrasi dan fokus.

 

Puncak Tusuk Gigi – Puncak Sejati
Jarak dari puncak Tusuk Gigi menuju Puncak sejati adalah sekitar 100 menit, vegetasi sangat terbuka, kadang angin bertiup sangat kencang dan medan masih didominasi oleh bebatuan dan kerikil. Jalur yang dilewati juga merupakan jalur paling curam. Ketika melihat punggungan bukit ini dari kejauhan, kami sempat berfikir bahwa tidak ada jalur untuk menuju kesana karena kondisi yang terlalu curam. Tapi ternyata, saat kami melewatinya tidak terlalu curam seperti yang kami pikirkan.

 

Puncak Sejati

Puncak Sejati Gunung Raung

Ketinggian puncak Sejati mencapai 3.344 mdpl, menempatkannya di urutan ke-14 dalam jajaran 50 puncak tertinggi di Indonesia. Di sini kamu akan melihat sebuah kawah yang memiliki kedalaman sekitar 500 meter dan merupakan kaldera terbesar di Indonesia. Sungguh sebuah rasa haru, senang, bangga, dan takjub kami dapat mencapai puncak sejati Gunung Raung ini. Dengan perjalanan yang tidak mudah dan tentunya butuh suatu persiapan dan perjuangan untuk dapat menggapai puncak sejati ini. Semua usaha mu, lelahmu, seakan akan terbayar oleh indahnya lukisan alam Allah swt ini. Tapi ingatlah, tujuan mendaki gunung itu pulang ke rumah dengan selamat, karena puncak itu hanyalah sebuah bonus yang harus kita kejar. Indonesia itu indah ! Keluar dan nikmatilah.

Penulis : Nur Wening Indrajati S
NIA : W.17.566.WKA

 

One thought on “WAPALHI MERAUNG

  • October 17, 2018 at 1:28 pm
    Permalink

    Saran nama2 peserta dan angkatannya ditambahkan aja

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *