WAPALHI Berbagi (edisi Romadhon)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

bagi2 beras 3 photo DSC06977.jpgMarhaban Ya Ramadhan, bulan suci yang penuh ampunan yang di dalamnya berisi malam yang lebih mulia dari seribu bulan telah datang. Alhamdulillah Ramadhan ini akan kita sambut dengan hati gembira, karena barang siapa menyambut dengan gembira menyambut bulan suci yang penuh hikmah ini niscaya Allah akan mengharamkan neraka baginya. Di bulan suci Ramadhan, Allah SWT membuka pintu ampunan selebar-lebarnya dan melipat gandakan pahala yang dilakukan oleh hamba-Nya yang taqwa.

Pada Ramadhan kali ini Wahana pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Politeknik Negeri Semarang menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama WAPALHI BERBAGI. Panitia bermohon kepada Allah agar hasrat kita semua sebagai umat muslim dilambungkan, agar tangan kita diayunkan, telinga kita dibuka, mata kita diterangkan, agar kaki kita dilangkahkan untuk lebih peduli dengan kegiatan pemberdayaan sosial keagamaan di Bulan ramadhan yang penuh rahmat dan kebahagiaan ini, marilah kita mensyukuri dan meningkatkan amal perbuatan demi mendapat nikmat-NYA.

Selain Berbuka Bersama dan Pembagian Nasi Bungkus, dalam serangkain kegiatan WAPALHI BERBAGI ini, panitia juga membagikan 30 karung beras dan 30 Al-Quran untuk 30 Panti Asuhan di sekitar Kota Semarang pada Bulan yang penuh berkah ini, Bulan Ramadhan. Ada hal yang sedikit unik, kenapa serba 30, karena Wapalhi berdiri pada tanggal 4 Desember 1983 di Politeknik Negeri Semarang dan itu artinya dalam tahun ini WAPALHI menginjak umur 30 tahun.

30 Panti yang dikunjungi Panitia, diantaranya adalah Pondok Pesantren yang juga menampung anak Yatim Piatu asuhan salah satu dosen Polines, Ustadz Khamami. “Gak usah pake tanda terima ya, semua udah dicatat Allah dan Allah telah menjadi saksi”, tutur Ustadz Khamami yang mengasuh Pondok Pesantren di Kawasan Pundak Payung tersebut.

Dalam kesempatan kali ini Ketua Panitia, Muhammad Faisol Fahmi menuturkan, “Sedikit demi sedikit lama—lama menjadi bukit”. Kita bisa memaknai bahwa jika kita mengumpulkan kepingan yang se-sen demi se-sen pada saatnya kita akan mendapatkan sepundi. Namun sesungguhnya maksud kali ini tidak sekedar memberikan pesan hidup hemat, namun maksunya adalah menyiratkan sesuatu yang lebih berharga dari sekantung keping uang. Yaitu apabila kita dapat mengakumulasikan kebaikan dalam setiap tindakan kita walaupun sekecil apapun (bershadaqah dan atau beramal jariyah), maka kita akan mendapat (pahala) dan kebesaran jiwa.

“Kalau awalnya niat kita baik, Insyaallah Allah nantinya memberikan hasil yang baik juga”, kata Ari Alwi, selaku Ketua UKM WAPALHI. Dalam kegiatan ini, WAPALHI mendapatkan dana kegiatan dari kampus, selain itu juga mendapat bantuan dari berbagai pihak baik perorangan maupun instansi. Diantaranya adalah dari KBM Polines, Mapala Semarang, Orang Tua Wapalhi (Anggota wapalhi yang telah lulus Polines). Selain itu Panitia juga mendapatkan 30 buah Al-Quran dari PT. Karya Toha Putra, yang merupakan percetakan Al-Quran yang beralamat di Mangkang, Semarang

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *