TRADISI MERAPI 2016

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail


Lingkaran doa

Tradisi Merapi adalah salah satu acara tahunan yang diadakan oleh UKM Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Politeknik Negeri Semarang. Kegiatan rutin di awal bulan Mei ini diadakan untuk melantik kepala suku WAPALHI baru. Acara Tradisi Merapi tahun ini dilaksanakan pada tanggal 7-8 Mei 2016 yang disertai dengan pendakian massal, diikuti oleh 140 peserta dari kalangan umum dan sesama pecinta alam sekitar Jateng-DIY.

Rangkaian acara dimulai pada tanggal 6 Mei 2016 yang berisi technical meeting untuk peserta Tradisi Merapi. Para peserta diberikan pengarahan tentang teknis pendakian yang akan dilaksanakan nantinya.


Techical meeting peserta pendakian

Hari berikutnya, acara dimulai pada pukul 12.30 WIB dan dibuka dengan upacara pemberangkatan yang dihadiri oleh Wakil Direktur III Politeknik Negeri Semarang, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, Anggota Aktif, Anggota muda, dan Orang tua (Alumni) WAPALHI serta para peserta pendakian massal. Acara dilanjutkan mobilisasi ke Selo, Boyolali menggunakan 5 buah. Walaupun ada kendala karena hujan dan dua truk telat, namun kendala tersebut dapat ditangani oleh panitia. Jalan yang rusak di selo membuat para peserta pusing dan bahkan lalu lintas sempat macet karena ada perbaikan jalan. Peserta sampai di basecamp pukul 17.45 dan langsung membereskan barang-barangnya sembari istirahat sejenak. Basecamp yang digunakan disini bukan basecamp barameru melainkan rumah Pak Sarju warga Dusun Plalangan.

Setelah membersihkan diri, sholat, dan makan, para peserta diajak ke tempat yang sudah ditentukan panitia untuk melaksanakan acara inti. Acara inti dibagi menjadi dua, yaitu acara intern dan ekstern. Acara ekstern sendiri diikuti oleh peserta pendakian massal dan beberapa anggota WAPALHI yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Para peserta diajak menonton film petualangan yang berjudul “Meru” dan berbagai games lainnya yang selesai sekitar pukul 22.00.


Serasehan peserta pendakian

Sementara acara intern dimulai pukul 21.00 yang diikuti oleh Anggota Aktif, Anggota Muda, dan Alumni WAPALHI. Selanjutnya para anggota memperkenalkan diri mulai dari anggota aktif, anggota muda dan dilanjutkan perkenalan orang tua WAPALHI dari angkatan yang paling muda sampai yang paling tua. Tidak lupa, para kandidat calon kepala suku juga memperkenalkan diri yang diantaranya Aodea Putri Rosdiana, A. K. Chandra Nugraha, Eka Ruliana, dan Sholikadin W. A.

Acara dilanjutkan dengan sarasehan antar anggota dan alumni WAPALHI. Terlihat suasana kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang erat antar satu dengan yang lain. Semua membaur menjadi satu, yaitu WAPALHI. Para anggota antusias untuk bertanya tentang apa saja yang ingin ditanyakan kepada para pendahulu mereka, dan para orang tua WAPALHI pun tak sungkan untuk memberikan wawasan baru pada adik-adiknya sebagai tambahan ilmu, tambahan pengetahuan untuk kepengurusan nantinya. Suasana malam yang hangat itupun harus berkhir karena semua harus bersiap untuk melakukan pendakian. Sebagian panitia membangunkan peserta dan sebagian lagi mempersiapkan logistik yang akan dibawa.

Peserta pendakian dibagi menjadi enam kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh dua panitia, serta dua tim medis dari KSR Unit POLINES dan KSR unit UNDIP. Pendakian dimulai pukul 02.00 WIB dini hari. Jalur yang akan dilalui dimulai dari New Selo – Gerbang – Watu Belah (Pos 1) – Selo Kopo (Pos 2) – Pasar Bubrah (Pos 3). Langit masih pekat. Cahaya senter dari para pendaki lainnya, dengan tujuan yang sama, mulai nampak. Menciptakan formasi bak bintang berjalan. Kaki-kaki kecil mulai menapaki jalur pendakian. Selangkah demi selangkah. Tak terasa warna pekat itu pun mulai berubah cerah mengiringi adzan subuh yang berkumandang. Para pendaki berhenti satu persatu mencari tempat yang datar dan melaksanakan sholat subuh. Perjalanan pun dilanjutkan, dengan semangat yang masih sama. Butuh waktu 5 jam untuk semua pendaki sampai di pasar bubrah.

Upacara pelantikan dilaksanakan pukul 08.00 WIB dimulai dengan pembacaan kode etik pecinta alam oleh M. Farisul Haq, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan oleh Tony Suharyanto, yang menetapkan saudara A. K. Chandra Nugraha sebagai kepala suku terpilih untuk periode 2016/2017 yang nantinya akan memimpin WAPALHI selama satu tahun kedepan. Lalu dilaksanakan penyerahan bendera WAPALHI dari alumni WAPALHI kepada kepala suku terpilih.


Pelantikan kepala suku WAPALHI 2016/2017

Tidak hanya pelantikan kepala suku baru, dilaksanakan pula pelantikan anggota penuh WAPALHI 2016. Dengan dibacakannya Surat Keputusan oleh A. Yusuf Karoma selaku Ketua Pendidikan Dasar XXIX. Menetapkan 8 nama yaitu Luthfi Hari Utama, Aisyah Noor A, Linda Widyastuti, Krisna Mukti N, Nur Setyoningsih , Ikhsan Muzaki, Ani Setyowati, dan Dwina Enggal A sebagai anggota penuh angkatan 2015 dengan nama angkatan “Bhaskara Indupati” yang kemudian disingkat “BI” yang mempunyai arti Matahari dan Rembulan. Setelah penyematan slayer kepada anggota penuh, semua anggota WAPALHI membentuk lingkaran doa dan menyanyikan tiga lagu yaitu Padamu Negeri, Syukur, dan Mars WAPALHI. Suasana khusu’ sangat terasa dikala tiga lagu tersebut dinyanyikan. Panjatan doa pun tak lupa diucapkan demi bertambah jayanya WAPALHI. Upacara selesai dilanjutkan dengan foto bersama oleh semua anggota WAPALHI. Pukul 10.00 semua peserta pendakian turun ke basecamp sembari melaksanakan bersih gunung. Sebagai generasi muda, para peserta harus peduli dengan lingkungan di sekitarnya. Dimulai dari diri sendiri, seperti contoh tidak membuang sampah di sembarang tempat apalagi di gunung, karena gunung bukanlah tempat sampah. Membuang sampah pada tempatnya berarti menjaga kelestarian dan keindahan lingkungan.


Angkatan Bhaskara Indupati

Setelah sampai di basecamp dan membersihkan diri, semua peserta dan panitia beristirahat dan melemaskan badan setelah lelah mendaki. Makan siang pun sudah tersedia dan secara bergantian baik peserta maupun panitia menyantap hidangan makan siang. Pukul 15.30 WIB dilaksanakan upacara penutupan Tradisi Merapi 2016 dilanjutkan persiapan pulang menuju Semarang menggunakan truk. Sesampainya di POLINES, semua peserta berpencar menuju rumah ataupun kos masing-masing untuk beristirahat. Beberapa peserta yang berasal dari luar kota ada yang masih menginap satu malam sebelum besoknya kembali ke kota masing-masing.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *