Serunya Olah Raga Air Di Sungai Ello Magelang

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

 photo 2_zps7fab2db7.jpg

Jangan dikira sungai tidak memberikan tantangan. Ello mampu memompa adrenalin setiap orang yang mengarunginya.

 Sabtu, 13 Oktober 2013 pukuk 10.00 WIB kami bertolak menuju Magelang tepatnya di desa Pare, Blondo kelurahan Mungkat Jawa Tengah. Perjalanan terbagi kedalam 3 kelompok; 31 orang menggunakan bus pariwisata mini, 5 orang menggunakan mobil pribadi dan 4 orang mengendarai motor. Perjalanan untuk sampai di Magelang memakan waktu 2 jam, waktu yang tidak terasa karena canda tawa parapeserta selama di dalam bus.

Kegiatan arung jeram di sungai Ello ini merupakan serangkaian dari acara” Welcome To WAPALHI”, kegiatan ini memiliki tujuan pengenalan olah raga air kepada mahasiswa POLINES. Walaupun pada praktiknya terdapat juga peserta yang berasal dari UNDIP dan USM. Setiap peserta dikenai biaya Rp. 160.000,- dengan memperoleh fasilitas; transport PP, makan ringan (snack), minum degan, mengarung, skiper, transport dari kampung ulu resort menuju star dan sebaliknya, makan besar, dokumentasi dan sertifikat.

raf elo 2 photo 1_zps33469a51.jpg

Tepat pukul 12.15 WIB kami telah sampai di kampung ulu resort, kami berkerja sama dengan team dari Kaling kalih. Banyak biro lainnya juga yang mengelola rafting di Magelang ini, karena memang sungai ello merupakan salah satu wahana wisata di magelang sekaligus visit Jawa Tengah. Ada dua sif mengarung di sungai ello; star 09.00 WIB dan 13.00 WIB. Rombongan kami memulai pengarungan pukul 13.00 WIB, dan selama jeda waktu itu para peserta di bebaskan untuk istirahat sholat atau berganti pakaian.

Mengenai rafting di sungai ello ini sangat cocok untuk para pemula karena jeram ada merupakan jeram kelas II sampai III. Panjang sungai mencapai 12 Km, membutuhkan waktu 2,5 jam untuk mengarunginya. Rombongan kami terbagi kedalam 6 prahu. 1 perahu berisi 6 orang dan seorang skiper.

Pukul 13.00 WIB, rombongan kami di angkat menggunakan 3 angkot menuju area star rafting. Sesampainya di sana di bagikan perlengkapan seperti helm, pelampung dan dayung ke masing masing peserta. Leader skiper kemudian memberikan penjelasan penjelasan mengenai tehnik tehnik mendayung, bagaimana berenang ketika terjatuh ke air dan juga bagai mana mengangkat teman kembali keperahu.

Tidak mengenal usia ketika bermain dengan air semua akan terlihat seperti anak kecil yang kegirangan. Keseruan keseruan terlihat seperti halnya ketika perahu saling beradu cepat di arus sungai yang tenang, saling menjatuhkan antar personil perahu teman, saling beradu air dengan perahu lain atau saat perahu di balik oleh skiper. Masih banyak hal hal menarik lainnya, jeram jeram yang ada mampu menciptakan ekspresi ekspresi yang berbeda di wajah peserta.

Setelah mencapai setengah pengarunga terdapat rest area, sebuah tepian sungai yang lumayan luas berisi saung saung tempat berteduh. Semua perahu menepi disini, kami di sajikan aneka snak ringan dan juga kelapa muda, sajian yang begitu nikmat mengisi ulang tenaga kami.
raf elo 3 photo IMG_8805_zps9bae7983.jpg
Perjalanan kami berlajut. Pemandangan yang indah tersaji di sepanjang jalur, kami juga melewati jembatan tua peninggalan penjajah, percikan suara hantaman dayung di air menggema berulang. Pemandangan aktifitas warga ditepian sungai seperti mandi, mencuci dan memancing  bak iklan yang bebas kami lihat ketika melewatinya.

3 jam mengarung tidak terasa sampai pada ahirnya kami mencapai titik finis. Beberapa angkutan yang menggantarkan kami kembali menjemput kami di titik finis. Perlengkapan kami kembalikan kepada pengelola, semua peserta kemudian membersihkan diri, makan dan kemudian bersiap siap untuk kembali pulang ke Semarang.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *