previous arrow
next arrow
Slider

PROGRAM PENGOLAHAN SAMPAH WAPALHI

PROGRAM PENGOLAHAN SAMPAH WAPALHI

 

Sampah diartikan sebagai benda bersifat padat, tidak dipakai , tidak diinginkan , dan dibuang. Kita masih banyak beranggapan bahwa sampah merupakan barang sepele dan membuangnya sesuka hati kita dimana saja kita berada. Tidak jarang kita melihat pemakai jalan raya seenaknya membuang sampah di depan dagangan tanpa merasa risih. Di pinggir jalan terlihat tumpukan sampah yang menyerupai gunung kecil, terpencar-pencar. Di parit-parit juga terlihat penuh oleh bermacam-macam sampah. Dari kejadian seperti ini bisa dikatakan bahwa masyarakat belum menyadari bahwa sampah yang dibuang ini mempunyai dampak terhadap kesehatan masyarakat dan menimbulkan kekumuhan. Padahal sampah juga banyak manfaat yang jarang orang mengetahuinya.

 

 

Pada tanggal 19 – 20 maret 2022 Wahana Pecinta Lingkungan Hidup mengadakan kegiatan Program Pengolahan Sampah yang disingkat PROPESA, Kegiatan ini dilaksanakan di desa Jabungan, Banyumanik. Tujuan dari kegiatan ini untuk edukasi masyarakat terhadap pengolahan sampah dan menambah wawasan bagi masyarakat bahwa sampah juga bisa bermanfaat dan bahkan bisa menghasilkan uang. Selain tentang pengolahan sampah, pada kegiatan ini juga diadakan bersih – bersih, membuat biopori, dan juga penanaman  di sekitar  rumah warga desa Jabungan tepatnya di RW5

Kegiatan ini juga dipersiapkan dengan matang mulai dari survei desa, menyiapkan alat yang dibutuhkan saat kegiatan dan juga yang paling penting tentang perijinan dan lain – lain.

 

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, pada hari pertama yaitu pada tanggal 19 maret diadakan sosialisasi kepada warga  tentang pemanfaatan sampah yang bisa dijadikan sebagai ekobrig, dan juga manfaat maggot dan cara untuk budidaya maggot, selain panitia yang memperkenalkan maggot kepada warga para komunitas budidaya maggot yaitu Petani Maggot Semarang (PARANG)  juga ikut berpartisipasi dalam memperkenalkan maggot kepada warga dan membagi ilmunya tentang budidaya maggot, serta membagikan pengalamannya. Selain itu, tentang banyaknya manfaat maggot terutama untuk pakan ternak, awalnya warga menolak karena takut jika maggot membahayakan hewan ternaknya jika hewan ternak diberi makan maggot, tetapi setelah diberi penjelasan kandungan maggot yang mengandung protein yang mempercepat pertumbuhan hewan ternak tanpa membahayakan hewan ternaknya, warga lumayan antusias, banyak yang ingin tahu tentang maggot dan bahkan ada juga yang tertarik untuk budidaya maggot. Selain sosialisasi tentang ekobrig dan maggot ada juga tentang biopori mulai dari cara membuat, alat yang dibutuhkan, dan tentunya manfaat dari biopori.

Sosialisasi selesai sekitar pukul 12.00, setelah sosialisasi selesai panitia membersihkan tempat dan menempatkan barang – barang pada tempat semula lalu dilanjut dengan mempersiapkan untuk kegiatan besoknya.

 

Pada hari kedua yaitu tanggal 20 maret 2022, diadakan kerja bakti, pembuatan biopori dan penanaman di sekitar rumah warga desa Jabungan RW 5. Kegiatan diawali dengan upacara panitia dan warga,  lalu kerja bakti mulai dari membersihkan jalan, mencabuti rumput, penanaman, dan pembuatan biopori. Setelah kerja bakti selesai lalu makan bersama.

Banyak manfaat bagi panitia maupun warga pada kegiatan PROPESA ini, yaitu menambah pengalaman dan menambah pengetahuan dan pastinya menyambung tali silaturrahmi panitia kepada warga jabungan. Dan juga manfaat bagi warga adalah tujuan dari adanya kegiatan ini, selain itu juga untuk megurangi adanya sampah bertumpukan. Semoga pada tahun berikutnya bisa mengadakan kegiatan seperti ini agar bisa sama sama belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *