Kenal Medan Susur Goa

3 facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

2
TWKM (Temu Wicara Kenal Medan) ke-29 Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun ini dituan rumahi oleh Marhaen Pecinta Alam Universitas Bung Karno Jakarta. Tema yang di angkat adalah Aktualisasi Mahasiswa Pecinta Alam Terhadap Ancaman Bencana Ekologis. Berbagai masalah dibahas dalam TWKM setiap tahunnya, mulai dari kurikulum pendidikan, Lingkungan hidup, advokasi lingkungan dan permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di seluruh Indonesia.

Upacara pembukaan TWKM dimulai pukul 08.00 WIB pada hari Senin, 23 Oktober 2017 di Graha Insan Cita, Depok. Kami berempat sampai dilokasi pukul 10.00 WIB. Koordinator dari tiap divisi memberikan pengarahan kepada peserta Kenal Medan yang di ikuti. Untuk koordinator Caving bernama Dabuy Baits, beliau yang menjadi tanggung jawab jalannya acara. Sebelum berangkat kami dikumpulkan untuk pendataan peserta sekaligus pembagian kaos. Peserta yang hadir dari berbagai pulau di Indonesia.
Tepat pukul 14.30 WIB kami berangkat ke Desa Leuwikaret, perjalanan yang kurang lebih memakan waktu 3jam sesampainya disana kami dikumpulkan di balai desa dan disambut oleh Kepala Desa. Kepala Desa memberikan sambutan dan cerita mengenai kependudukan yang ada di desa leuwikaret, social, budaya dan isyu-isyu lingkungan yang ada di daerah tersebut. Goa yang ada didesa Leuwikaret sangat banyak ada sekitar 40 goa. Kali ini gua yang akan peserta masukki adalah gua Keraton dan Cioray. Menjelang magrib kami melanjutkan mobilisasi menuju basecamp, sebelum beristirahat kami diminta men-ceklist alat yang di bawa dari tiap masing-masing organisasi agar tidak tertukar-tukar saat besok kegiatan berlangsung. Setelah itu kami dikumpulkan dan diberikan pengarahan mengenai kegiatan untuk hari esok.

7
Hari selasa, 24 Oktober 2017 pukul 05.00-07.30 WIB persiapan sholat, bersih diri dan makan peserta. Tepat pukul 08.00WIB peserta dikumpulkan untuk perkenalan dan pemberian materi pertama mengenai alat-alat apa saja yang diperlukan dalam penelusuran goa. Insturktur yang mengisi adalah dari Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (HIKESPI). Ada yang belom saya ketahui tentang asal usulnya terbentuknya daerah kawasan karst hingga isyu-isyu yang terkini mengenai kawasan karst. Kali ini kita berdiskusi mengenai teori-teori, asal-usul kawasan karst dan batuan-batuan yang ada dikawasan tersebut. Malam harinya pukul 20.00 WIB di isi materi mengenai teknik dalam penelusuran gua seperti proses pembuatan jalur, hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membuat jalur, rescue, hingga kecelakaan di gua yang biasa terjadi.

6
Keesokkan harinya pukul 07.30 WIB kita sarapan bersama dilanjutkan pukul 08.00 WIB kita praktik mengenai teknik-teknik dasar penelusuran gua seperti pembuatan simpul, langkah pengeset-an alat masing-masing tiap organisasi juga banyak perbedaan pada penempatannya sesuai yang diajarakan diorganisasi masing-masing, proses pembuatan jalur yang digunakan juga sangat bermacam-macam masing-masing organisasi memiliki ajaran yang berbeda-beda sehingga dari situ kita bisa langsung berdiskusi dan menilai baik dan buruknya agar lebih efisien dan teruji aman untuk digunakan. Kemudian mencoba variasi-variasi jalur seperti intermediet, deviasi, dan melewati simpul.

Self Rescue juga diperkenalkan untuk bekal apa bila ada kejadian yang membutuhkan pertolongan. Bagiku aku lebih menyukai teknis-teknis dilapangan dari pada sejarah-sejarah tentang gua. Banyak yang membuatku tertarik untuk mencobanya melewati suatu tantangan tersebut. Untuk trouble-trouble yang terjadi di lapangan bisa langsung kita atasi dan tentu saja safety harus yang utama. Pukul 20.00 WIB masuk materi tentang pemetaan gua dibedakan dengan berbagai macam grade pada pengambilan datanya kemudian teknis-teknis dan alat apa saja yang digunakan juga di jelaskan. Selain itu fotografi gua disinggung bagaimana cara agar foto yang dihasilkan itu bagus, tentunya didukung dengan kualitas kamera yang memadai.
Matahari mulai muncul dan jam menunjukan pukul 08.00 WIB seperti biasa peserta dikumpulkan untuk mengikuti serangkaian acara selanjutnya. Hari ini kami praktik langsung ke gua memulai untuk mengexplore dan melakukan pemetaan. Dari jumlah peserta dibagi dua kelompok, untuk kelompok pertama masuk ke gua Vertikal terlebih dahulu sedangkan yang kelompok dua masuk ke gua Horizontal.
Kebetulan saya kedapatan kelompok pertama, kali ini saya akan masuk di goa vertikal. Untuk jalur yang digunakan ada dua, pada jalur kali ini cukup sulit untuk dilewati karena tali karmentel langsung menyudut mengenai tanah dan batuan sehingga kita harus mencari pijakan yang tepat posisi kaki kuda-kuda kita harus benar dan mantap. Setelah semua siap baru kita mulai perlahan turun. Kedalaman dari gua ini kurang lebih 25 meter. Semua peserta masuk secara bergiliran, setelah semua masuk kami mulai mengobservasi sekitar apa saja yang ada didalam gua tersebut, terlihat cahaya yang masuk dari celah-celah enterance gua biasanya kami menyebutnya cahaya surga. Selain itu hewan apa saja yang tinggal bahkan ada hewan yang bentuknya aneh yang sampe sekarang tidak diketahui apa namanya. Setelah kurang lebih satu jam didalam gua kemudian kami bergiliran naik kembali ke enterance.

1

Pukul 11.30 WIB kami beristirahat, sholat dan makan siang. Jam 13.00 WIB kami berganti ke goa Horizontal. Sebelum masuk kami sekelompok diberi arahan tentang pembagian Job Pemetaan, ada yang menjadi shooter, pointer, leader, descriptor dan tim fotografi goa. Kali ini aku dapat job deskripsi gambar tampak atas. Kami menelusuri dari tiap sudut goa, satu demi satu data kami dapatkan, kekompakan tim sangat diperlukan untuk memperoleh data yang valid. Setelah data yang kita dapatkan cukup banyak selanjutnya kami kembali keluar dan segera untuk beristirahat. Malam hari pukul 20.00 WIB kami melakukan pengolahan data hasil pemetaan tadi, dan didapat gambaran bentuk dan ornament goa tersebut.
Keesokkan harinya kami bersiap-siap untuk pulang dan men-ceklist ulang alat setelah kegiatan. Tenda-tenda kami bongkar bersama-sama setelah semua sudah beres kami diakhiri dengan foto bersama.

Untitled

 

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *