Category Archives: Divisi

WAPALHI Raih Tiga Juara di LLAR UNSIQ

            DSCF0877

           Wapalhi Polines mendapatkan juara dalam Lomba Lintas Alam Rektor UNSIQ V dan Penghijauan 2014. Lomba Lintas Alam Rektor UNSIQ V dan Penghijauan 2014 adalah suatu perlombaan kealaman dengan rute sekitar kampus UNSIQ, wilayah Kecamatan Mojotengah dan perkotaan Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Lomba ini diselenggarakan oleh BEM UNSIQ, MAPALA UNSIQ dan Karang Taruna Kalibeber. Acara berlangsung pada Minggu, 26 Januari sejak pukul 08.00 WIB sampai sore hari.

Meski belum menjuari semua kategori yang dilombakan, Wapalhi berhasil menyisihkan sekitar 100 tim lainnya. Dari tujuh tim yang dikeluarkan oleh Wapalhi, akhirnya tiga tim berhasih menyabet juara. Lomba ini terbagi menjagi empat kategori yakni Kategori Kecepatan Putra, Kategori Kecepatan Putri, Kategori Ketepatan Putra, dan Kategori Ketepatan Putri.

Lili V Ichsan, Mega Dwi P dan Ani Khofifah berhasil mendapatkan juara pertama kategori ketepatan putri. Di posisi urutan dua ada Ria Puspita, Rosa K dan Ardina P. Kedua tim putri Wapalhi ini berhasil mendapatkan juara satu dan dua kategori ketepatan. Sementara salah satu tim putra Wapalhi yaitu Azhar Annas, M Farisul dan Ifaza A berhasil mendapat juara tiga kategori kecepatan putra.

“Alhamdulillah, hari ini Wapalhi mendapatkan hasil yang memuaskan, ini semua tidak terlepas dari persiapan kami sejak dua minggu lalu, terimakasih atas dukungan dari semua pihak.” Kata Azhar yang biasa disapa sruput ini.

Karena minimnya dana operasional dan fasilitas, untuk dapat sampai ke Wonosobo ini Wapalhi menyewa truk untuk  membawa 21 orang pemain dan 6 offisial. Rombongan berangkat dari Semarang Sabtu pagi pukul 10.00 WIB.

“Alhamdulillah, kami tidak menyangka bakal menjadi juara,” kata Ria singkat.

Mahasiswa semester satu itu menjelaskan dia ingin menunjukan kepada kedua orang tua dan sahabat – sahabatnya bahwa dia juga dapat berprestasi di dunia kepecintaalaman, tidak hanya naik turun gunung. Ria menambahkan prestasi ini sebagai modal dia untuk mendapatkan beasiswa di Polines guna memperingan biaya kuliah.

w.11.494.wa

TRANGKIL, LUKA MEREKA LUKA KITA JUGA

            WP_20140125_004

            Puluhan keluarga mengungsi menyusul longsor yang terjadi pemukiman warga di kampung Trangkil Baru, Gunungpati, Semarang, akibat hujan deras yang terjadi sepanjang Rabu (22/1) hingga Kamis. Sejumlah rumah rusak parah meski peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Rumah tersebut dalam kondisi miring. Bahkan, sejumlah tiang listrik juga miring akibat tanah yang bergerak.

            Ketua RT 06/ RW 10 Trangkil Baru, Gunungpati, Semarang, Agus Kushendratno menuturkan longsor besar terjadi pada Kamis pagi. “Sebenarnya tanda-tanda longsor sudah terlihat sejak Minggu (19/1) karena hujan yang terus menerus,” katanya. Menurut dia, longsor besar terjadi hari ini. Ada sekitar 25 keluarga yang rumahnya terkena dampak longsor tersebut. “Yang parah sekitar 15 rumah,” tambahnya.

            Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Politeknik Negeri Semarang (POLINES), yang merupakan ormawa di Polines yang bergerak dalam kegiatan olah raga alam bebas dan kegiatan sosial ikut serta untuk sedikit membantu korban bencana alam tersebut. Sabtu, 25 Januari 2014 Tim dari Wapalhi datang ke lokasi bencana di Trangkil untuk sedikit memberikan bantuan untuk korban bencana.

            Para warga saat ini masih terus mengevakuasi barang-barang miliknya. Sejumlah rumah yang sudah ditinggal pemiliknya kini dalam kondisi rusak, antara lain tembok rumahnya hancur dan retak. Petugas PLN juga melakukan perbaikan untuk mengangkat sejumlah tiang listrik yang tumbang. Kondisi cuaca tak kunjung membaik, hujan terus mengguyur wilayah Kota Semarang, membuat puluhan warga korban longsor tidak berani kembali ke rumahnya. Mereka lebih memilih tidur di tenda pengungsian.

            .“Kami punya program yang kami namai Wapalhi Berbagi, Wapalhi Berbagi adalah Program Kerja kami yang bergerak dalam bidang Sosial, sedikit uluran tangan kami ini semoga dapat bermanfaat bagi korban bencana”, tutur Ahmad Abdul Karim, salah satu anggota Wapalhi yang saat ini duduk di semester akhir Polines.

               Ratusan warga yang sudah tinggal di tempat tersebut selama tiga tahun terakhir, hanya mampu menatap kosong. Rumah-rumah mereka yang telah dibangun dengan jerih payah, kini rusak parah, bahkan ada yang rata dengan tanah dan tak bisa ditempati kembali. Peristiwa longsor ini adalah yang pertama terjadi. Raut muka sedih, bingung, dan waswas menyelimuti wajah para korban longsor Trangkil, saat koran ini mendatangi tenda pengungsian yang berdiri tidak jauh dari lokasi longsor. Sore itu, banyak warga yang menghabiskan waktu untuk beristirahat, tiduran di tenda.

           Ada yang duduk termenung meratapi nasib rumahnya yang ambrol. Sesekali di antara mereka mengecek kondisi rumah yang ditinggalkannya. Ada juga yang sekadar mengambil barang-barang berharga yang masih berada di dalam rumah. Sejuta harapan ditumpahkan kepada Pemkot Semarang agar bisa membantu relokasi warga yang ke tempat yang aman.

w.11.494.wa

30 TAHUN 30 TUMPENG

 

30 tahunn30 Tahun 30 Tumpeng adalah salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan Tri Dasawarsa Wapalhi. Tri Dasawarsa Wapalhi merupakan salah satu progam kerja Wapalhi kepengurusan 2013-2014 untuk merayakan ulang tahun yang ke 30. Rangkaian kegiatannya adalah Less Tissue, 2000 Bibit untuk Bumiku, 30 Tahun 30 Tumpeng dan Tradisi Ungaran.

WAPALHI Berbagi (edisi Romadhon)

bagi2 beras 3 photo DSC06977.jpgMarhaban Ya Ramadhan, bulan suci yang penuh ampunan yang di dalamnya berisi malam yang lebih mulia dari seribu bulan telah datang. Alhamdulillah Ramadhan ini akan kita sambut dengan hati gembira, karena barang siapa menyambut dengan gembira menyambut bulan suci yang penuh hikmah ini niscaya Allah akan mengharamkan neraka baginya. Di bulan suci Ramadhan, Allah SWT membuka pintu ampunan selebar-lebarnya dan melipat gandakan pahala yang dilakukan oleh hamba-Nya yang taqwa.

Serunya Olah Raga Air Di Sungai Ello Magelang

2

 photo 2_zps7fab2db7.jpg

Jangan dikira sungai tidak memberikan tantangan. Ello mampu memompa adrenalin setiap orang yang mengarunginya.

 Sabtu, 13 Oktober 2013 pukuk 10.00 WIB kami bertolak menuju Magelang tepatnya di desa Pare, Blondo kelurahan Mungkat Jawa Tengah. Perjalanan terbagi kedalam 3 kelompok; 31 orang menggunakan bus pariwisata mini, 5 orang menggunakan mobil pribadi dan 4 orang mengendarai motor. Perjalanan untuk sampai di Magelang memakan waktu 2 jam, waktu yang tidak terasa karena canda tawa parapeserta selama di dalam bus.