previous arrow
next arrow
Slider

APA ITU CAMPCRAFT?

          Apa itu Campcraft? CampCraft terdiri dari 2 kata yaitu Camping dan Craft. Camping adalah kegiatan bermalam di alam terbuka dengan menggunakan fasilitas seadanya. Sedangkan Craft (Kreativitas) atau keahlian yang merupakan suatu kemampuan mentuk mencipta atau daya cipta. Apakah dari keduanya dapat dikaitkan ? terntu saja bisa. Dalam CampCraft ada Shelter (bivak) yang berarti tempat berlindung sementara dalam keadaan darurat terhadap panas, angin, hujan, maupun dalam keadaan lain saat melakukan perjalanan yang digunakan untuk tempat beristirahat. Pembuatannya sesuai dengan kreativitas masing – masing dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia bisa dari bahan alami seperti Pepohonan (dedaunan, ranting, batang, akar), Bebatuan, Goa, dan sebagainya. Lalu bisa juga dari bahan buatan seperti bahan – bahan yang sudah kita  persiapkan. Contohnya Plastik, Ponco, Jas hujan, Fly sheet, dan sebagainya. Dalam pembuatan bivak tentunya harus paham syarat – syarat dalam pembuatan bivak itu sendiri, diantaranya :

  • Tanah atau tempat yang datar (kemiringannya tidak boleh >30 derajat).
  • Dekat dengan sungai tapi jangan terlalu dekat dengan aliran sungai.
  • Jangan dekat dengan tebing yang berpotensi longsor atau di bawah pohon yang rapuh.
  • Perhatikan arah angin.
  • Bukan pada jalur binatang
  • Tempat tidak lembab.

Dalam pembuatan bivak alam juga terdapat pula jenis – jenis bivak yaitu Shelter Sheet (atap buatan), Stone Barries (gundukan batu), Natural Hollow (lbang di alam), dan Fallen Trunk (Rubuhan pohon. Selain persyaratan di atas ada pula perlengkaan yang harus dipenuhi dalam pembuatan Camp diantaranya membawa peralatan pribadi / kelompok, tersedianya jemuran untuk perlengkapan pribadi / kelompok, tersedianya jemuran sepatu, parit yang mengelilingi bivak, serta perapian. Nah, untuk perapian sendiri ini juga memiliki jenis / penyusunan yang berbeda diantaranya Criss Cross Fire (penyusunan kayu ke atas), TeePee Campfire (bentuk perapian kayu mengkrucut), Lead-to Campfire (menyandarkan batang – batang kecil pada kayu yang lebih besar), Star Campfire (Model susunan bintang).

Nah, itu dia cara – cara dalam pendirian Camp yang benar supaya tempat yang akan kita gunakan untuk beristirahat menjadi nyaman.

WAPALHI MERAUNG

Puncak Sejati full team

Semarang, 22 Oktober 2018. Kami di beri kesempatan oleh Allah swt untuk dapat melakukan pendakian ke gunung Raung Banyuwangi Jawa Timur. Perjalananan kami kali ini digagas oleh alumni / saudara tua Wapalhi dengan total 9 orang peserta.

Perlu banyak persiapan untuk pendakian ini, karena apa ? Gunung Raung tak seperti gunung gunung biasanya, yang cukup hanya bermodal  peralatan camping saja, tetapi pendakian Gunung Raung butuh alat panjat tebing seperti carmentel, webbing, carabiner, dan masih banyak lainnya untuk menunjang perjalanan menuju puncak sejati. Mungkin itu sebabnya Gunung Raung mendapat julukan gunung dengan trek / jalur ter ekstrim di Indonesia.

Read more

Status Gunung Merapi menjadi WASPADA

Informasi dari BMKG mengenai Peningkatan Status Aktifitas Gunung Merapi dari “Normal” ke “Waspada”. berdasar pengamatan tanggal 20 – 29 April 2014 tercatat: Gempa guguran terjadi sebanyak 37 kali, MP terjadi 13 kali, hembusan terjadi 4 kali, tektonik terjadi 24 kali, dan LF terjadi 29 kali. Maka sejak tanggal 29/4/2014 pukul 23:50 WIB  Status Aktifitas Gunung Merapi dari “Normal” ke “Waspada“.

sumber : http://bpbdjateng.info/aktivitas-gunungapi/1461-peningkatan-status-gunung-merapi-dari-normal-ke-waspada.html