Category Archives: Caving

TRADISI MERAPI 2016


Lingkaran doa

Tradisi Merapi adalah salah satu acara tahunan yang diadakan oleh UKM Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Politeknik Negeri Semarang. Kegiatan rutin di awal bulan Mei ini diadakan untuk melantik kepala suku WAPALHI baru. Acara Tradisi Merapi tahun ini dilaksanakan pada tanggal 7-8 Mei 2016 yang disertai dengan pendakian massal, diikuti oleh 140 peserta dari kalangan umum dan sesama pecinta alam sekitar Jateng-DIY.

Rangkaian acara dimulai pada tanggal 6 Mei 2016 yang berisi technical meeting untuk peserta Tradisi Merapi. Para peserta diberikan pengarahan tentang teknis pendakian yang akan dilaksanakan nantinya.


Techical meeting peserta pendakian

Hari berikutnya, acara dimulai pada pukul 12.30 WIB dan dibuka dengan upacara pemberangkatan yang dihadiri oleh Wakil Direktur III Politeknik Negeri Semarang, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, Anggota Aktif, Anggota muda, dan Orang tua (Alumni) WAPALHI serta para peserta pendakian massal. Acara dilanjutkan mobilisasi ke Selo, Boyolali menggunakan 5 buah. Walaupun ada kendala karena hujan dan dua truk telat, namun kendala tersebut dapat ditangani oleh panitia. Jalan yang rusak di selo membuat para peserta pusing dan bahkan lalu lintas sempat macet karena ada perbaikan jalan. Peserta sampai di basecamp pukul 17.45 dan langsung membereskan barang-barangnya sembari istirahat sejenak. Basecamp yang digunakan disini bukan basecamp barameru melainkan rumah Pak Sarju warga Dusun Plalangan.

Setelah membersihkan diri, sholat, dan makan, para peserta diajak ke tempat yang sudah ditentukan panitia untuk melaksanakan acara inti. Acara inti dibagi menjadi dua, yaitu acara intern dan ekstern. Acara ekstern sendiri diikuti oleh peserta pendakian massal dan beberapa anggota WAPALHI yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Para peserta diajak menonton film petualangan yang berjudul “Meru” dan berbagai games lainnya yang selesai sekitar pukul 22.00.


Serasehan peserta pendakian

Sementara acara intern dimulai pukul 21.00 yang diikuti oleh Anggota Aktif, Anggota Muda, dan Alumni WAPALHI. Selanjutnya para anggota memperkenalkan diri mulai dari anggota aktif, anggota muda dan dilanjutkan perkenalan orang tua WAPALHI dari angkatan yang paling muda sampai yang paling tua. Tidak lupa, para kandidat calon kepala suku juga memperkenalkan diri yang diantaranya Aodea Putri Rosdiana, A. K. Chandra Nugraha, Eka Ruliana, dan Sholikadin W. A.

Acara dilanjutkan dengan sarasehan antar anggota dan alumni WAPALHI. Terlihat suasana kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang erat antar satu dengan yang lain. Semua membaur menjadi satu, yaitu WAPALHI. Para anggota antusias untuk bertanya tentang apa saja yang ingin ditanyakan kepada para pendahulu mereka, dan para orang tua WAPALHI pun tak sungkan untuk memberikan wawasan baru pada adik-adiknya sebagai tambahan ilmu, tambahan pengetahuan untuk kepengurusan nantinya. Suasana malam yang hangat itupun harus berkhir karena semua harus bersiap untuk melakukan pendakian. Sebagian panitia membangunkan peserta dan sebagian lagi mempersiapkan logistik yang akan dibawa.

Peserta pendakian dibagi menjadi enam kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh dua panitia, serta dua tim medis dari KSR Unit POLINES dan KSR unit UNDIP. Pendakian dimulai pukul 02.00 WIB dini hari. Jalur yang akan dilalui dimulai dari New Selo – Gerbang – Watu Belah (Pos 1) – Selo Kopo (Pos 2) – Pasar Bubrah (Pos 3). Langit masih pekat. Cahaya senter dari para pendaki lainnya, dengan tujuan yang sama, mulai nampak. Menciptakan formasi bak bintang berjalan. Kaki-kaki kecil mulai menapaki jalur pendakian. Selangkah demi selangkah. Tak terasa warna pekat itu pun mulai berubah cerah mengiringi adzan subuh yang berkumandang. Para pendaki berhenti satu persatu mencari tempat yang datar dan melaksanakan sholat subuh. Perjalanan pun dilanjutkan, dengan semangat yang masih sama. Butuh waktu 5 jam untuk semua pendaki sampai di pasar bubrah.

Upacara pelantikan dilaksanakan pukul 08.00 WIB dimulai dengan pembacaan kode etik pecinta alam oleh M. Farisul Haq, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan oleh Tony Suharyanto, yang menetapkan saudara A. K. Chandra Nugraha sebagai kepala suku terpilih untuk periode 2016/2017 yang nantinya akan memimpin WAPALHI selama satu tahun kedepan. Lalu dilaksanakan penyerahan bendera WAPALHI dari alumni WAPALHI kepada kepala suku terpilih.


Pelantikan kepala suku WAPALHI 2016/2017

Tidak hanya pelantikan kepala suku baru, dilaksanakan pula pelantikan anggota penuh WAPALHI 2016. Dengan dibacakannya Surat Keputusan oleh A. Yusuf Karoma selaku Ketua Pendidikan Dasar XXIX. Menetapkan 8 nama yaitu Luthfi Hari Utama, Aisyah Noor A, Linda Widyastuti, Krisna Mukti N, Nur Setyoningsih , Ikhsan Muzaki, Ani Setyowati, dan Dwina Enggal A sebagai anggota penuh angkatan 2015 dengan nama angkatan “Bhaskara Indupati” yang kemudian disingkat “BI” yang mempunyai arti Matahari dan Rembulan. Setelah penyematan slayer kepada anggota penuh, semua anggota WAPALHI membentuk lingkaran doa dan menyanyikan tiga lagu yaitu Padamu Negeri, Syukur, dan Mars WAPALHI. Suasana khusu’ sangat terasa dikala tiga lagu tersebut dinyanyikan. Panjatan doa pun tak lupa diucapkan demi bertambah jayanya WAPALHI. Upacara selesai dilanjutkan dengan foto bersama oleh semua anggota WAPALHI. Pukul 10.00 semua peserta pendakian turun ke basecamp sembari melaksanakan bersih gunung. Sebagai generasi muda, para peserta harus peduli dengan lingkungan di sekitarnya. Dimulai dari diri sendiri, seperti contoh tidak membuang sampah di sembarang tempat apalagi di gunung, karena gunung bukanlah tempat sampah. Membuang sampah pada tempatnya berarti menjaga kelestarian dan keindahan lingkungan.


Angkatan Bhaskara Indupati

Setelah sampai di basecamp dan membersihkan diri, semua peserta dan panitia beristirahat dan melemaskan badan setelah lelah mendaki. Makan siang pun sudah tersedia dan secara bergantian baik peserta maupun panitia menyantap hidangan makan siang. Pukul 15.30 WIB dilaksanakan upacara penutupan Tradisi Merapi 2016 dilanjutkan persiapan pulang menuju Semarang menggunakan truk. Sesampainya di POLINES, semua peserta berpencar menuju rumah ataupun kos masing-masing untuk beristirahat. Beberapa peserta yang berasal dari luar kota ada yang masih menginap satu malam sebelum besoknya kembali ke kota masing-masing.

 

Pengumuman Pemenang Lomba Fotografi

“Generasi Peduli Lingkungan”

Salam Lestari !!!

WAPALHI-Polines mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta lomba fotografi yang telah berpartisipasi didalam lomba fotografi Generasi Peduli Lingkungan – WAPALHI yang bertemakan “Air Negeriku Dalam Lensa”

Acara yang masih dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia  pada tanggal 22 Maret 2016 yang diikuti 12 peserta. Semoga dalam lomba fotografi ini tidak hanya untuk mengembangkan skill para peserta atau fotografer, tetapi dapat mewujudkan kepedulian terhadap Alam yang begitu indah ini, serta meningkatkan rasa untuk selalu menjaga keindahan ciptaan Tuhan ini.

Akhirnya setelah melalui proses yang sangat cukup panjang, dengan kerendahan hati kami umumkan pemenang lomba fotografi sebagai berikut

 

1. Ahmad Prabawanto
2. Idam Octa Faliq
3. Inus Habib Mustofa

Penyerahan hadiah sesuai dengan informasi juklak, dengan ketentuan berlaku.

Terima Kasih.
Salam Lestari !!!

Cahaya Surga Goa Jomblang

Player Membawa Bendera  WAPALHI di Bawah Cahaya Surga

Sebagai pemantapan materi dan latihan langsung di lapangan, divisi Susur Goa Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Politeknik Negeri Semarang mengadakan latihan susur goa di Goa Jomblang yang terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul.

Rombongan berangkat dari Semarang pukul 20.10 WIB pada 12 Juni 2015 menuju Gunungkidul, kami terdiri dari 11 orang 2 sudah berangkat lebih dulu pukul 14.30 WIB sebagai porter dan tim perintas, 6 orang berangkat malam hari dan 3 orang berangkat  hari Sabtu 13 Juni 2015. Perjalanan ditempuh menggunakan sepeda montor, pukul 21.50 kami samapi di chek point pertama di SPBU Magelang, kami beristirahat sebentar. Pukul 22.30 WIB kami melanjutkan  perjalanan kami menuju chek point selanjutnya. Pukul 01.30 WIB 13 Juni 2015 kami sampai chek point kedua di SPBU sebelum Wonosari, kami beristirahat di masjid SPBU tersebut.

WAPALHI PRUSIKING COMPETITION II TINGKAT NASIONAL

Pamflet

Wapalhi Prusiking competition II (Tingkat Nasional) merupakan event yang di selenggarakan oleh “wahana pecinta lingkungan hidup” WAPALHI Politeknik Negeri Semarang dan merupakan ajang kompetisi bagi khalayak umum.

WAPALHI Raih Tiga Juara di LLAR UNSIQ

            DSCF0877

           Wapalhi Polines mendapatkan juara dalam Lomba Lintas Alam Rektor UNSIQ V dan Penghijauan 2014. Lomba Lintas Alam Rektor UNSIQ V dan Penghijauan 2014 adalah suatu perlombaan kealaman dengan rute sekitar kampus UNSIQ, wilayah Kecamatan Mojotengah dan perkotaan Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Lomba ini diselenggarakan oleh BEM UNSIQ, MAPALA UNSIQ dan Karang Taruna Kalibeber. Acara berlangsung pada Minggu, 26 Januari sejak pukul 08.00 WIB sampai sore hari.

Meski belum menjuari semua kategori yang dilombakan, Wapalhi berhasil menyisihkan sekitar 100 tim lainnya. Dari tujuh tim yang dikeluarkan oleh Wapalhi, akhirnya tiga tim berhasih menyabet juara. Lomba ini terbagi menjagi empat kategori yakni Kategori Kecepatan Putra, Kategori Kecepatan Putri, Kategori Ketepatan Putra, dan Kategori Ketepatan Putri.

Lili V Ichsan, Mega Dwi P dan Ani Khofifah berhasil mendapatkan juara pertama kategori ketepatan putri. Di posisi urutan dua ada Ria Puspita, Rosa K dan Ardina P. Kedua tim putri Wapalhi ini berhasil mendapatkan juara satu dan dua kategori ketepatan. Sementara salah satu tim putra Wapalhi yaitu Azhar Annas, M Farisul dan Ifaza A berhasil mendapat juara tiga kategori kecepatan putra.

“Alhamdulillah, hari ini Wapalhi mendapatkan hasil yang memuaskan, ini semua tidak terlepas dari persiapan kami sejak dua minggu lalu, terimakasih atas dukungan dari semua pihak.” Kata Azhar yang biasa disapa sruput ini.

Karena minimnya dana operasional dan fasilitas, untuk dapat sampai ke Wonosobo ini Wapalhi menyewa truk untuk  membawa 21 orang pemain dan 6 offisial. Rombongan berangkat dari Semarang Sabtu pagi pukul 10.00 WIB.

“Alhamdulillah, kami tidak menyangka bakal menjadi juara,” kata Ria singkat.

Mahasiswa semester satu itu menjelaskan dia ingin menunjukan kepada kedua orang tua dan sahabat – sahabatnya bahwa dia juga dapat berprestasi di dunia kepecintaalaman, tidak hanya naik turun gunung. Ria menambahkan prestasi ini sebagai modal dia untuk mendapatkan beasiswa di Polines guna memperingan biaya kuliah.

w.11.494.wa