previous arrow
next arrow
Slider

APA SAJA ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN SAAT KEGIATAN CAVING (SUSUR GUA)?

APA SAJA ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN SAAT KEGIATAN CAVING (SUSUR GUA)?

Caving berasa dari kata cave yang artinya gua, namun orang yang menelusuri gua disebut caver. lalu caving dapat disimpulkan sebagai aktivitas penelusuran gua.

Saat berkegiatan caving atau susur gua tentunya dibutuhkan alat – alat untuk menunjang kegiatan tersebut dan tentunya agar kegiatan aman.

Alat – alat yang digunakan saat caving adalah:

  1. Tali Carmentel

Biasanya yang digunakan pada saat caving adalah jenis tali carmentel dinamis yaitu tali dengan kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok.

Tali carmentel ini biasanya digunakan pada saat meneulusuri gua dengan jenis vertical

  1. Alat penerangan atau headlamp

Alat ini sangat vital untuk digunakan mengingat kondisi di dalam gua selalu gelap.

Dianjurkan membawa penerangan lebih dari 1 (satu)

  1. Helm Speleo

Selama di dalam gua, kepala sangat berpeluang terbentur langit-langit gua atau terkena hantaman batu. Untuk melindungi cidera kepala akibat benturan, gunakan helm yang dirancang khusus untuk kegiatan susur goa.

Biasanya helm untuk caving pada bagian depannya dilengkapi dengan lampu penerangan

  1. Coverall

Coverall merupakan pakaian khusus untuk caving yang berguna untuk menghindari tubuh dari gesekan dan mempertahankan suhu tubuh ketika berada di dalam gua berair. Bagian atasan dan bawahan tergabung menjadi satu, dan memiliki lengan panjang. Baju ini biasanya terbuat dari bahan parasut yang tidak terlalu tebal, namun dibagian tertentu dibuat lebih tebal agar bisa melindungi tubuh terutama yang sering terkena gesekan.

  1. Chest Harness

digunakan di bagian dada. Fungsi dari chest harness adalah untuk menopang badan dan membuat pemakai dalam posisi tegap. Biasanya digunakan pada saat memasuki gua vertical.

  1. Oval Mr

Digunakan ditengah chest harness untuk menghubungkan delta mr dengan croll. Biasanya digunakan pada saat memasuki gua vertical.

 

  1. Delta Mr

Digunakan pada harness avanty fungsinya untuk menghubungkan harness letaknya pada bagian tengah harness avanty. Biasanya digunakan pada saat memasuki gua vertical.

  1. Croll

Merupakan alat ascender yaitu alat yang digunakan untuk naik yang dikaitkan dengan chest harness dan oval mr. Biasanya digunakan pada saat memasuki gua vertical.

  1. Jumar

Merupakan alat ascender yang digunakan untuk membantu menaiki lintasan tali. Alat ini akan mengunci secara otomatis ketika diberi beban, dan melonggar ketika beban tersebut diangkat. Biasanya digunakan pada saat memasuki gua vertical.

  1. Harness Avanty

Harness ini dipakai pada paha Fungsinya apabila pemakai terjatuh, atau tergantung maka hentakan akan diteruskan pada tubuh yang kuat yaitu paha. Biasanya digunakan pada saat memasuki gua vertical.

  1. Auto stop

Alat ini merupakan alat descender digunakan untuk turun, alat ini dikaitkan dengan tali carmentel.  Bentuknya ada tuasnya yang apabila tuas ditekan maka akan turun, tuas tersebut untuk mengatur kecepatan saat turun. Tetapi ada juga yang tidak ada tuasnya artinya tidak bisa mengatur kecepatan Namanya simple stop. Biasanya digunakan pada saat memasuki gua vertical.

  1. Carabiner

Carabiner adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang berfungsi seperti peniti

  • Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman).
  • Carabiner Non Screw Gate (tanpa kunci pengaman).
  1. Potongan carmentel

Tali yang kita gunakan untuk simpul prusik. Biasanya disimpul dan biasanya juga digunakan untuk membuat cowsteal

  1. Webbing

Biasanyaa digunakan untuk membuat chest harness, foot loop dan membuat anchor dan lain – lain.

  1. Sepatu Boots

Karena banyak medan goa berair, sebaiknya sepatu yang digunakan adalah sepatu boot karet. Sepatu ini selain melindungimu dari genangan air juga akan melindungimu dari bebatuan.

  1. Baju Pelampung

Digunakan pada gua yang terdapat air pada intensitas ysng tinggi. Pelampung dapat mengurangi resiko tenggelam saat melakukan penelusuran gua.

Nah itulah alat – alat caving atau susur gua , yang utama dalam kegiatan tau susur gua caving yaitu keamanan dan keselamatan. Lihat keadaan gua terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan.

APA SAJA JENIS JENIS GUA?

Apa Saja Jenis – Jenis Gua?

         Caving berasa dari kata cave yang artinya gua, orang yang menelusuri gua disebut caver. Caving dapat disimpulkan sebagai aktivitas penelusuran gua.

Sebelum memasuki gua tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis – jenis gua agar dapat mempersiapkan apa yang dibutuhkan karena biasanya jenis gua juga mempengaruhi alat alat yang dibawa pada saat akan memasuki gua.

Gua memiliki beberapa jenis, nah pada kali ini akan membahas jenis – jenis gua yaitu:

  • Berdasarkan letak dan batuan pembentuknya, gua alam dibagi dalam beberapa jenis, yaitu

          1. Gua Lava

 

yaitu gua yang terbentuk akibat aktifitas vulkanik dari gunung berapi. Ketika terjadi letusan, lava yang   dimuntahkan mengalir kebawah membentuk alur-alur memanjang. Ketika bagian atas/permukaan lava sudah membeku, laca yang dibawah permukaan masih mengalir terus sehingga menimbulkan rongga atau lorong.

          2. Gua Littoral

 

yaitu gua yang terbentuk didaerah tebing pantai, akibat pengikisan yang dilakukan oleh angin dan gelombang laut.

         3. Gua Kapur atau Limenstone

 

yaitu gua yang terjadi didalam daerah batuan kapur atau limenstone, akibat dari pengikisan air terhadap batuan kapur di dalam tanah. Gua kapur inilah yang menjadi obyek penelusuran dan ekspoitasi bagi pecinta alam atau penelitian yang tidak habis-habisnya oleh para ilmuwan. Hal ini disebabkan karena banyak daerah atau kawasan hunian yang berstruktur batuan kapur, sehingga gua-gua yang ada disekitarnya, bagaimana pun juga mempunyai pengaruh positif maupun negatif bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

         4. Gua pasir

 

Gua batu halit, gua es, dsb : adalah bentukan gua yang sangat jarang dijumpai didunia, hanya meliputi 5% dari seluruh jumlah gua di dunia.

 

  • Berdasarkan bentuknya, gua dibedakan menjadi:

         1. Gua Vertikal

 

Gua jenis ini memiliki mulut gua yang tegak, sehingga penjelajahan di dalamnya memerlukan alat bantu.Salah satu goa vertikal yang terkenal di Jawa Tengah khususnya daerah Gunung Kidul  adalah Gua Jomblang. Untuk memasuki goa tersebut,  harus menuruni jurang yang curam sedalam puluhan meter menggunakan lintasan tali dengan teknik single rope. Keindahan yang ditawarkan oleh Gua Jomblang adalah pepohonan hijau yang terdapat di bawah, dan juga cahaya nya yang biasa orang mengatakan cahaya surga.

         2. Gua Horizontal

          Gua jenis ini memiliki mulut goa yang cenderung mendatar, sehingga bisa dijelajahi oleh pemula sekalipun. Salah satu contoh gua horizontal yaitu Gua Bojong di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang memiliki banyak ruangan goa yang dihuni oleh ribuan kelelawar.

         3. Gua Bawah Air

          Seperti namanya, lorong masuk gua ini dipenuhi oleh genangan air. Jika ingin menjelajahinya pun harus menyelam terlebih dahulu. Adapun baru-baru ini, telah ditemukan gua bawah air yang terdalam di dunia, terletak di Republik Ceko, Polandia. Gua dengan kedalaman 404 meter tersebut mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh gua Pozzo Del Merro di Italia.

Nah itulah beberapa jenis gua, dan tentunya semua gua memiliki karakterisitik yang berbeda, dan keindahannya masing – masing. Selain itu alat yang digunakan pun tentunya berbeda.

KEINDAHAN GOA JOMBLANG DENGAN CAHAYA SURGANYA

           

            Goa Jomblang merupakan goa vertikal yang bertipe collapse doline. Goa ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah luweng.

Itulah yang membuat unik karena di dasar goa vertikal terdapat hutan purba dan mulut goa horisontal dengan diameter sekitar 50 meter ini sering disebut dengan nama Luweng Jomblang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       Untuk memasuki Goa Jomblang dengan kedalaman 60 meter ini pengelola memberikan peralatan khusus yg mana telah mengikuti standar caving di goa vertikal. Wisatawan hanya perlu membawa perlengkapan seperti baju ganti, kaos kaki dan air mineral. Sebagai gambaran aktivitas di dalam goa akan melewati trek yg berlumpur dan kondisi ruangan yang lembab serta medan turunan dan tanjakan dengan durasi trip -+ 3 jam ( periapan dan antri proses turun maupun naik -+ 2 jam dan susur goa -+ 1 jam ). Selain itu di dalam goa juga terdapat aliran air yang dangkal. Proses menuruni goa vertical menggunakan pulley sistim ( sistem timba ) dengan di delay oleh operator. Proses naik pun kurang lebih sama, dengan ditarik manual oleh beberapa puluh 20 – 30 orang. trip ini dilakukan 1x dalam sehari dengan maksud untuk memperoleh timming cahaya matahari masuk ke dalam goa yang sering disebut “cahaya surga”, jadi di perlukan booking terlebih dahulu.

            Selain kedalaman 60 meter, Goa Jomblang juga memiliki jalur dengan kedalaman 80 meter, 25 meter, dan 20 meter.

Pada tanggal 25 September 2021 WAPALHI (Wahana Pecinta Lingkungan Hidup) Politeknik Negeri Semarang melakukan penelusuran Goa Jomblang dengan menggunakan jalur yakni 80 meter dengan membuat jalur sendiri dan memakai alat-alat sendiri.

Alat – alat yang perlu digunakan untuk regging man adalah carmantel 100m yang disambung dengan carmantel  75m yang dibawa menggunakan dry bag  dengan ukuran 60l, seorang regging man menggunakan alat yaitu satu set srt yang termasuk dengan cover all, sepatu boot, helm dan  head lamp. Alat – alat logam selain yang termasuk set srt adalah caraniber scrue, carabiner snap, dan auto stop. Untuk alas carmantel, seorang reegging man menggunakan MMT bekas, matras, pedding crack, dan paracot. Untuk menghindari adanya gesekan antara carmantel dengan tebing secaralangsung yang nantinya akan menyebabkan putusnya carmantel.

WAPALHI melakukan perjalanan dari basecamp menuju Goa Jomblang sekitar pukul 02.00 WIB dengan jarak tempuh sekitar 1,5km dengan waktu tempuh 5menit dengan menggunakan motor. Kesulitan awal saat akan melakukan  regging adalah mencari mulut Goa Jomblang dengan kedalaman 80m, karena hanya dengan menggunakan pencahayaan headlamp. Regging man harus mencoba jalur yang telah ia buat sendiri untuk memastikan bahwa jalur tersebut aman untuk dilewati caver lainnya. Saat mencoba jalur, kendala yang dihadapi oleh regging man  adalah di tengah – tengah jalur auto stop yang digunakan tiba – tiba sedikit macet.

            Caver yang mencoba jalur 80m berjumlah 15 orang hingga sampai pada cahaya surga tepat pukul 13.00 WIB, disana kita dapat menikmati keindahan dibawah tanah yang tidak semua orang dapat merasakan keindahannya. Dan melihat ornamennya yang menyala bercahaya dengan aliran air dibawahnya yang dangkal.

         

APA ITU CAMPCRAFT?

          Apa itu Campcraft? CampCraft terdiri dari 2 kata yaitu Camping dan Craft. Camping adalah kegiatan bermalam di alam terbuka dengan menggunakan fasilitas seadanya. Sedangkan Craft (Kreativitas) atau keahlian yang merupakan suatu kemampuan mentuk mencipta atau daya cipta. Apakah dari keduanya dapat dikaitkan ? terntu saja bisa. Dalam CampCraft ada Shelter (bivak) yang berarti tempat berlindung sementara dalam keadaan darurat terhadap panas, angin, hujan, maupun dalam keadaan lain saat melakukan perjalanan yang digunakan untuk tempat beristirahat. Pembuatannya sesuai dengan kreativitas masing – masing dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia bisa dari bahan alami seperti Pepohonan (dedaunan, ranting, batang, akar), Bebatuan, Goa, dan sebagainya. Lalu bisa juga dari bahan buatan seperti bahan – bahan yang sudah kita  persiapkan. Contohnya Plastik, Ponco, Jas hujan, Fly sheet, dan sebagainya. Dalam pembuatan bivak tentunya harus paham syarat – syarat dalam pembuatan bivak itu sendiri, diantaranya :

  • Tanah atau tempat yang datar (kemiringannya tidak boleh >30 derajat).
  • Dekat dengan sungai tapi jangan terlalu dekat dengan aliran sungai.
  • Jangan dekat dengan tebing yang berpotensi longsor atau di bawah pohon yang rapuh.
  • Perhatikan arah angin.
  • Bukan pada jalur binatang
  • Tempat tidak lembab.

Dalam pembuatan bivak alam juga terdapat pula jenis – jenis bivak yaitu Shelter Sheet (atap buatan), Stone Barries (gundukan batu), Natural Hollow (lbang di alam), dan Fallen Trunk (Rubuhan pohon. Selain persyaratan di atas ada pula perlengkaan yang harus dipenuhi dalam pembuatan Camp diantaranya membawa peralatan pribadi / kelompok, tersedianya jemuran untuk perlengkapan pribadi / kelompok, tersedianya jemuran sepatu, parit yang mengelilingi bivak, serta perapian. Nah, untuk perapian sendiri ini juga memiliki jenis / penyusunan yang berbeda diantaranya Criss Cross Fire (penyusunan kayu ke atas), TeePee Campfire (bentuk perapian kayu mengkrucut), Lead-to Campfire (menyandarkan batang – batang kecil pada kayu yang lebih besar), Star Campfire (Model susunan bintang).

Nah, itu dia cara – cara dalam pendirian Camp yang benar supaya tempat yang akan kita gunakan untuk beristirahat menjadi nyaman.

Alat – Alat Rock Climbing / Panjat Tebing Beserta Jenis dan Fungsinya

Alat Alat apa saja yang dibutuhkan untukk olagraga Panjat Tebing (Rock Climbing)?

Sebelum mengenal alat alat Panjat Tebing sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu Panjat Tebing?

Panjat Tebing atau yang sering disebut Rock climbing adalah teknik pemanjatan tebing batu yang memanfaatkan cacat batu tebing (celah atau benjolan) yang dapat dijadikan pijakan atau pegangan untuk menambah ketinggian dan merupakan salah satu cara untuk mencapai puncak.

Pada Olahraga ini tentunya dibutuhka alat alat yang bisa menunjang kegiatan ini dan tentunya agar aman saat melakukannya.

 

Alat-Alat yang digunakan yaitu:

1. Tali Caramentel, sebagai pengaman apabila jatuh. yang telah diuji oleh UIAA, suatu badan yang menguji kekuatan peralatan-peralatan pendakian.

 

 

 

 

 

 

suatu badan yang menguji kekuatan peralatan-peralatan pendakian. Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter, yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat berkomunikasi. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah Ada dua macam tali pendakian yaitu :

 

  • Static Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 2-5 % fari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya kaku, umumnya berwarna putih atau hijau. Tali static digunakan untuk rappelling.
  • Dynamic Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok.

2. Carabiner Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang berfungsi seperti peniti

  • Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman).
  • Carabiner Non Screw Gate (tanpa kunci pengaman).

 

 

 

 

 

3. Webbing, biasanya dibuat dari tabular webbing Sebagai penghubung, Membuat natural point, dengan memanfaatkan pohon atau lubang di tebing, dll

 

 

 

 

 

4. Figure of eight Fungsinya sebagai pembantu menahan gesekan, sehingga dapat membantu pengereman. Biasa digunakan untuk membelay atau rappelling.

 

 

 

 

 

 

 

5. Harnest / Tali Tubuh, Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan.

Ada dua jenis harnest :

  • Seat Harnest, menahan berat badan di pinggang dan paha.
  • Body Harnest, menahan berat badan di dada, pinggang, punggung, dan paha. Harnes ada yang dibuat dengan webbing atau tali, dan ada yang sudah langsung dirakit oleh pabrik

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Piton adalah paku tebing yang terdiri dua jenis, yaitu angel dan blade. Piton angel berbentuk pipih dan digunakan untuk celah sempit. Sementara, piton blade digunakan untuk celah batu yang lebih besar.

 

 

 

 

 

 

7. Hammer, untuk menghantam dan melepas paku piton kedalam tebing batu.

 

 

 

 

 

 

 

8. Chock and Friend, sebagai alat pengaman yang diselipkan di celah batu

 

 

 

 

 

 

 

9. Cam atau Friends

Spring Loaded Camming Device (SLCD) atau biasa disebut cam atau friends adalah peralatan proteksi pemanjatanyang diciptakan oleh Ray Jardine seorang aerospace engineer. Jika ditarik, ujungnya akan mengecil sehingga mudah dimasukkan ke celah tebing. Jika dilepas ujungnya akan mengembang memenuhi celah tebing. Cam tersedia dalam beberapa ukuran disesuaikan dengan lebar celah tebing.

 

 

 

 

 

 

  1. Chalk Bag, wadah untuk magnesium berguna untuk mengeringkan atau menghapus keringat dari jari pemanjat.

 

 

 

 

 

 

 

11. Quickdraw atau Runner Adalah pasangan webbing atau sling dengan dua buah carabiner jenis snapring, dipakai sebagai alat proteksi di tebing

 

 

 

 

 

 

 

12. Hanger, Berbentuk pipih kupingan yang di pasang pada tebing yang sudah di bor yang berfungsi sebagai anchor untuk pengaman pada waktu pemanjatan.

 

 

 

 

 

 

13. Hand Drill, Alat yang digunakan untuk melubangi dinding tebing untuk memasang pengaman tetap pada jalur pemanjatan (Hanger).

 

 

 

 

 

 

14. Sky Hook / Fifi Hook, Merupakan perangkat Rock Climbing yang digunakan untuk istirahat sementara saat melakukan Pemanjatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

15. Belay Device, Alat belay dari sudut pandang kepraktisan dalam menghentikan jatuhnya pemanjat.

 

 

 

 

 

 

 

16. Sepatu, Sepatu tersebut harus mampu memberikan pijakan yang menggigit, dan cukup lentur untuk bermanuver ketika memanjat tebing.

 

 

 

 

 

 

Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan :

  • Sepatu yang lentur dan fleksibel. Bagian bawah terbuat dari karet yang kuat. Kelenturannya menolong untuk pijakan
  • pijakan di celah-cleah üSepatu yang tidak lentur/kaku pada bagian bawahnya. Misalnya combat boot. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya atau tangga-tangga kecil. Gaya tumpuan dapat tertahan oleh bagian depan

Nah itulah alat – alat Panjat Tebing, yang utama dalam Panjat Tebing yaitu keamanan dan keselamatan. Lihat keadaan tebing terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan.