previous arrow
next arrow
Slider

Mengenal Tradisi di WAPALHI ( Wahana Pecinta Lingkungan Hidup )

         Apa yang kalian ketahui tentang tradisi? Arti kata Tradisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat. Untuk WAPALHI sendiri, tradisi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh anggota wapalhi maupun calon anggotanya secara rutin tiap waktu dan di tempat tertentu.

Menjaga dan menjalin silaturahmi serta temu kangen antar anggota merupakan salah satu tujuan terpenting dalam pelaksanaan tradisi-tradisi yang ada, sehingga yang melaksanakannya (baik anggota, calon anggota, maupun partisipan) pada tiap angkatan akan saling mengenal dan terjaga komunikasinya. Selain itu, diharapkan pula dapat berlanjut saling membantu baik dalam kegiatan WAPALHI maupun diluar agenda WAPALHI. Bagi anggota aktif sendiri kegiatan tradisi di WAPALHI dapat dijadikan wadah untuk menambah informasi dan pengalaman dengan anggota anggota yang usianya lebih tua. Beberapa saudara tua (anggota non aktif) akan memanfaatkan sebagai acara outdoor adventure tentu dengan semangat yang tinggi karena bersama seluruh anggota. Momen pada kegiatan tradisi ini belum tentu bisa didapatkan di kegiatan organisasi yang lain.

Terdapat 2 jenis tradisi di WAPALHI yaitu tradisi yang wajib (resmi) dilakukan dan tradisi yang tidak wajib (tidak resmi) dilakukan. Tradisi yang wajib dilakukan ialah Tradisi Merapi dan Tradisi Ungaran, sedangkan Tradisi yang tidak wajib dilaksanakan ialah Tradisi Wisuda. Tradisi-tradisi di WAPALHI diadakan sebagai salah satu wujud dari eksistensi WAPALHI. Momen tradisi menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para anggota.

 

         Tradisi Merapi dan Tradisi Ungaran hampir memiliki rangkaian acara yang sama yaitu sarasehan serta pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan rutin setiap satu tahun sekali. Yang membedakannya ialah pada puncak acaranya, Tradisi Merapi dilaksanakan untuk melantik Kepala Suku WAPALHI. Sedangkan Tradisi Ungaran merupakan kegiatan WAPALHI yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) WAPALHI yaitu pada 4 Desember. Kedua tradisi tersebut mengundang seluruh anggota WAPALHI yang bisa bersifat internal (hanya Anggota,  Calon Anggota, maupun partisipan WAPALHI) atau eksternal (membuka kegiatan untuk umum). Kegitan kegiatan tersebut bisa dijadikan sebagai media sosialisasi dan sharing informasi tentang WAPALHI kepada anggota, calon anggota, maupun masyarakat.

 

 

Tradisi Merapi sudah diadakan sejak berdirinya WAPALHI yang dahulu sebelumnya bernama PALAPOLI. Momentum pergantian Kepala Suku awalnya dilaksanakan di area Puncak  Garuda, tapi setelah terjadi erupsi Gunung Merapi yang mengakibatkan Puncak Garuda Longsor puncak acara dipindah ke area Pasar Bubrah. Namun karena tingkatan status Gunung Merapi berada pada level III atau siaga maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan di kawasan Selo Gunung Merapi. Pemilihan gunung Merapi sebagai tempat pelaksanaan Tradisi Merapi bermula dari Anggota WAPALHI terdahulu yang sudah mengenal Gunung Merapi dan memang menjadi idola para pendaki.

 

Sedangkan, Tradisi Ungaran digagas pertama kali sebagai salah satu rangkaian Pendidikan Dasar. Desa Medini atau Desa Promasan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatannya selain merayakan HUT WAPALHI ialah bakti masyarakat di area Desa Medini maupun Desa Promasan yang merupakan desa tertinggi dan terpencil di Semarang. Selanjutnya melakukan pendakian ke Puncak Tugu (Puncak tertinggi di Semarang) sebagai simbol semangat yang tinggi dari WAPALHI dalam berkegiatan. Dipilih di Gunung Ungaran karena menjadi tanda bahwa WAPALHI lahir dan berdomisili di Semarang.

 

Tradisi Wisuda mulai dilakukan secara terus menerus kurang lebihnya dari tahun 1989. Tradisi Wisuda merupakan kegiatan pendakian ke Gunung dalam rangka perayaan dan ungkapan rasa syukur telah menyelesaikan pendidikan di POLINES dan masa kebersamaan WAPALHI di kampus. Pendakian Tradisi Wisuda pertama kali disepakati ke Gunung Sumbing jalur naik via Cepit Parakan dan jalur turun via Garung, tujuan lokasinya adalah area kawah lalu menuju puncak Gunung Sumbing. Namun karena Tradisi Wisuda bukanlah tradisi yang wajib (resmi) dilakukan, maka waktu dan lokasinya tidak ditentukan atau menyesuaikan pelaksana sendiri dengan syarat diusahakan tidak memilih Gunung Ungaran dan Gunung Merapi sebagai tempat pelaksanaan. Tradisi Wisuda tidak hanya dirayakan oleh anggota WAPALHI yang baru menyelesaikan pendidikannya tapi juga anggota lain dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Selama tradisi di WAPALHI membawa kebaikan bagi anggota WAPALHI dan WAPALHI sebagai organisasi, maka melestarikan serta menjaga tradisi tentunya harus dilakukan agar nilai eksistensi WAPALHI dari awal terjaga dengan baik. Melestarikan tradisi adalah bentuk dari kecintaan anggota kepada organisasi juga sebagai napak tilas kegiatan-kegiatan yang telah diadakan dan dirintis pendahulunya sebagai tongkat estafet generasi penerus WAPALHI.

Oleh : Ferry Budi Atmoko (W.85.011.KABULA)

TRADISI UNGARAN 2021

TRADISI UNGARAN 2021

             Jumpa lagi di WAPALHI nah pada kali ini kami akan menceritakan kegiatan di WAPALHI yang setiap tahunnya diadakan yaitu kegiatan “Tradisi Ungaran”. Mungkin banyak yang belum tahu apa itu Tradisi Ungaran.

Tradisi Ungaran merupakan salah satu tradisi yang ada di WAPALHI yang sudah ada sejak awal terbentuknya WAPALHI, Tradisi Ungaran terus dilakukan setiap tahunnya setiap tanggal 4 Desember karena untuk merayakan ulang tahun WAPALHI dan juga mengenang awal mula terbentuknya WAPALHI.

Tradisi Ungaran ini dihadiri oleh pembina UKM WAPALHI yaitu bapak Margana, selain itu tradisi ini juga dihadiri saudara tua WAPALHI dari beberapa angkatan, bahkan angkatan pertama pun ikut dalam kegiatan ini. Dan tentunya di iikuti juga para anggota aktif WAPALHI atau panitia dan juga para siswa WAPALHI.

Kegiatan pada Tradisi Ungaran yaitu perkenalan para anggota WAPALHI dari angkatan pertama sampai angkatan tahun ini. Tiap angkatan juga menceritakan arti dari masing – masing nama angkatan tersebut. Selain anggota WAPALHI, siswa juga memperkenalkan dirinya dan bisa bertanya apapun tentang WAPALHI. Selain perkenalan ada juga cerita – cerita sejarah terbentuknya WAPALHI, perjalanan WAPALHI dari awal, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan pada Tradisi Ungran juga ada pemotongan tumpeng yang diawali pemotongan tumpemg oleh kepala suku WAPALHI kepada Pak Margana sebagai pembina UKM WAPALHI, selanjutnya pemotongan tumpeng oleh kepala suku WAPALHI kepada Angkatan pertama dan selanjutnya pemotongan tumpeng dari Angkatan pertama kepada Angkatan setelahnya dan seterusnya.

Selain perkenalan dan bercerita tentang WAPALHI, kegiatan pada Tradisi Ungaran yaitu Pendakian menuju puncak Gunung Ungaran dan melakukan upacara. Keadaan saat itu berkabut dan pada saat upacara cuaca hujan deras yang membuat upacara semakin khidmat.

Tradisi Ungaran ini juga dijadikan sebagai pertemuan atau reunian para saudara tua WAPALHI atau alumni anggota aktif WAPALHI dan lumayan banyak anggota yang datang. Semoga pada tahun berikutnya Tradisi Ungaran bisa ada seperti tahun – tahun sebelumnya.

Awan Cerah Bersahabat di Sindoro

Awalnya kita diberangkatkan bersama yaitu dengan tim Pengembaraan Sumbing dan juga tim Pengembaraan Lawu berhubung salah satu dari tim pengembaraan tersebut harus menjadi Rescue bagi tim yang lain, terpilihlah tim Pengembaraan Sindoro. Pemilihan ini berdasarkan pertimbangan kesiapan dari masing-masing tim yang ingin diangkat.

H-1 pelaksanaan Paket Pengembaraan Sindoro, kami mempersiapkan perlengkapan dan perbekalan yang akan kami bawa saat Pengembaraan di Gunung Sindoro. Kami juga melakukan peserta dan perlengkapan Paket Pengembaraan Gunung Sindoro dimana peserta dan perlengkapan harus siap sehari sebelum hari keberangkatan.

Tibalah hari dimana Paket Pengembaraan Sindoro akan dimulai, yaitu hari Kamis, 14 Februari 2019. Kegiatan diawali dengan upacara pemberangkatan di halaman parkir depan Posko Damai Wapalhi yang dihadiri oleh kami sebagai peserta, Anggota Aktif, dan juga Saudara Tua. Peserta yang berangkat Pengembaraan Sindoro antara lain, Arsya (Gajeh), Bowo (Tapir), Ivan (Krecek), dan Syifa (Cepi). Salah satu dari kami tidak bisa mengikuti pengembaraan ini karena adanya acara, yaitu Sheila (Wajan).

Perjalanan dimulai dari Pos Damai Wapalhi yang menggunakan Terminal Sukun dengan menggunakan ojek online. Sesampainya di Terminal Sukun, kita mencari bis jurusan Wonosobo, dan akhirnya kita memulai keberangkatan harus menunggu beberapa menit. Sempat ditanya oleh orang orang, kemanakah kita akan pergi, mungkin karena kita membawa tiga tas carrier dan satu daypack. Tibalah waktu keberangkatan bis jurusan Wonosobo tersebut. Ketika sampai di Bawen, hujan mengguyur amat derasnya dan bis yang kita tumpangi berhenti untuk ” nge-tem(Istilah bis yang berhenti menunggu penumpang) selama kurang lebih 30 menit setelah itu, tanpa sadar kita sudah memasuki daerah Temanggung, dan melewati daerah yang akan kita lewati untuk menjadi jalur turun dari Pengembaraan kita, yaitu Kledung. Disekeliling kita sudah tertutup kabut yang lumayan tebal, pertanda kita akan sampai di lokasi. Kita diturunkan di pinggir jalan raya dimana kita harus berjalan selama kurang lebih 15 menit Alun alun yang dimana disitu ada mikrobus jurusan Dieng. Dilain itu, ada bapak yang memanggil kami dan menyarankan untuk menaiki ojek online saja untuk menuju basecamp Sigedang berhubung langit pun mulai gelap Dan kami pun memutuskan untuk menaiki ojek online sesuai saran dari bapak tersebut.

Dari pertigaan Rejosari, ternyata jalan yang dilewati sangatlah panjang, gelap, dan juga sepi dimana samping kanan kiri merupakan kebun yang katanya banyak “orang nakal” yang berkeliaran disitu. Sampai di desa Sigedang, kami mencari basecamp yang dituju dan ternyata masuk sebelah SD tepatnya dibalik masjid. Di basecamp kami masak perbekalan yang telah disiapkan untuk malam itu dan tak lupa kita makan bersama dengan pengurus basecamp Sigedang. Setelah makan kami beristirahat untuk menyiapkan energi di keesokan harinya.

Keesokan harinya, kami bangun dan melaksanakan sholat shubuh. Setelah itu, kita masak untuk memenuhi kebutuhan kalori yang akan kami keluarkan. Untuk mempersingkat waktu, ketika ada yang masak salah satu dari kami bergantian untuk aklimatisasi yaitu mandi. Ketika sudah selesai semua, kita makan bersama. Setelah itu kita melakukan packing ulang yang dilanjutkan dengan registrasi di pihak basecamp Sigedang. Sempat tidak mendapat izin dari pihak basecamp karena kami akan melakukan lintas jalur ke jalur kledung dimana jalur kledung pada saat itu masih ditutup karena adanya revitalisasi. Akhirnya kami melakukan kecurangan, dimana kami bilang akan turun lewat Sigedang lagi agat diizinkan naik tetapi demi kesesuaian dengan manajemen yang telah kami buat, kami nekat melalui jalur kledung untuk jalur turunnya.

Registrasi selesai, dan kita langsung melakukan pemananasan di halaman depan basecamp. Setelah semua selesai kita langsung melakukan perjalanan menuju jalur pendakian Sigedang dimana harus melewati jalan aspal terlebih dahulu untuk sampai di pos bayangan. Untuk menuju ke pos 1, kami harus melewati perkebunan teh yang sedikit lebih tinggi dari biasanya. Di pos 1 terdapat selter yang lumayan luas untuk dijadikan tempat peristirahatan sebentar, gerimis pun mulai turun dan kami memutuskan untuk mengenakan jas hujan yang telah kami siapkan. Sedikit membasahi tenggorokan dan mengembalikan sedikit energi yang telah terbuang, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2 yang medannya masih di sekitar perkebunan teh dan jalanan mulai sedikit menanjak dari jalur yang sebelumnya dan hujan terus mengguyur kami walaupun tidak terlalu deras. Sampai di pos 2 ada shelter seperti halnya di pos yang sebelumnya yaitu pos 1, didepan selter pos 2 ini ada jalan berbatu yang biasanya dilewati mobil pick up. Tambahan informasi, biasanya ada pendaki yang menggunakan fasilitas ojek sampai ke pos 2 ini.

Hujan masih menemani perjalanan kami, sebelum sampai di pos 3 kami melewati patok besi. Patok besi merupakan tanda perbatasan antara perkebunan teh dan hutan belantara. Medan yang kami lewati pun sedikit lebih berbatu dan lebih terjal, vegetasi pohonnya pun lumayan rapat. Sampai di pos 3 (Watu Tulis) jalanan lebih berbatu dan juga lebih besar dari sebelumnya. Dari pos 3 menuju batas Camp, vegetasi pohon mulai terbuka dan medannya pun lebih terjal.

Batas Camp Pos 3 merupakan batas area camp yang dianjurkan dari pihak basecamp demi keselamatan para pendaki. Kami sampai di batas camp sekitar pukul 4 dan gerimis masih mengguyur ditambah angin yang tidak begitu kencang menemani kami mendirikan tenda. Agar waktu lebih efektif, kami membagi tugas dimana yang cowok menyiapkan tenda sedangkan yang cewek menyiapkan makan malam. Akhirnya tenda siap di tempati saat matahari mulai tenggelam dan langit mulai gelap di waktu yang bersamaan makan malam pun sudah siap. Setelah makan, kami melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah kami lakukan selama sehari itu dan untuk mempersingkat waktu dikeesokan harinya kami melakukan briefing sekaligus karena keberangkatan diajukan menjadi pukul 07.00 karena ketika dipuncak maksimal hanya sampai pukul 11.00 yang berhubungan dengan aktivitas gunung Sindoro. Disela sela evaluasi dan briefing tak lupa juga kami bercengkrama dan saling tukar cerita. Saat waktu menunjukkan pukul 23.00 kami memutuskan untuk beristirahat, menimbang esok perjalanan akan sangat berat.

Ketika kami tidur angin berhembus kencang yang membuat flysheet kami bergerak dan menimbulkan bunyi yang membuat tidur kami sedikit kurang nyenyak. Keesokan harinya kami bangun pukul 02.30 dan langsung memasak nasi, karena memasak nasi dalam nesting itu sangatlah lama dan hanya orang orang tertentu yang bisa memasaknya dengan benar dan kami tak lupa memasak lauk yang akan dimakan di pagi itu. Ketika yang lain menyiapkan makan dan minuman, salah satu dari kami mengecek keluar tenda apakah ada yang tertiup angin atau tidak.

Sekitar pukul 04.40 kami melakukan sarapan, yang dilanjutkan dengan packing barang. Ketika kami melakukan packing barang sekaligus pembongkaran tenda, angin berhembus sedikit kencang tapi tidak menjadi masalah ketika pembongkaran tenda.

Setelah packing selesai, kami melakukan pemanasan dan langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak yaitu sekitar pukul 07.30. Perjalanan menuju pos 4 sangatlah melelahkan karena medan yang dilalui berbatu dan vegetasi mulai terbuka yang mungkin disebabkan kebakaran dibeberapa waktu lalu. Semakin dekat dengan puncak yaitu mulai dari pos 4 bau belerang  mulai cukup menyengat. Kami pun menggunakannya buff dan slayer agar bau tersebut tidak begitu menyengat.

Cuaca hari itu sangat cerah, kami melakukan perjalanan dengan cukup santai, karena tidak khawatir hujan akan turun. Dan kami pun beristirahat di beberapa titik seperti di sabana, segara wedhi.

Setelah melakukan pendakian  yang cukup lama, pada pukul 10.45 kami pun sampai di puncak.  Sesampainya di puncak salah satu dari anggota kami pun langsung mengumandangkan adzan. Setelah adzan kami langsung melakukan sesi foto dan dokumentasi. Karena saat itu angin berhembus sedikit kencang dan suhu disana pun juga semakin dingin.

Kami pun melanjutkan perjalanan, yaitu turun lewat jalur Kledung. Sebelum turun kami berjalan cukup jauh untuk bisa menemukan titik puncak dari jalur Kledung. Dan saat di puncak jalur Kledung, kami cukup terpukau dengan keindahan kawah yang ada di sana. Kami pun berada di puncak beberapa saat, lalu melanjutkan perjalanan untuk jalur turun.

Dari puncak sampai dengan pos 4 jalurnya di awali dengan jalan yang dipenuhi batuan, lalu dilanjut dengan jalur sabana. Cuaca saat kami turun juga mendukung langit begitu cerah dan terlihat biru terang, sehingga tidak membuat kami khawatir hujan akan turun. Pada pukul 01.03 kamipun sampai di pos 4 dan melakukan solat dan makan siang. Dan di titik itu angin juga berhembus sedikit kencang. Kami disana kurang lebih selama 30 menit lalu melanjutkan lagi perjalanan kami.

Dari pos 4 sampai pertengahan jalan di pos 3 jalan yang kita lalui masih cukup mudah dan tidak terlalu terjal akan tetapi setelah dari pertengahan pos 3 sampai dengan pos 2 jalan yang kami lalui merupakan jalur batuan dan hal itu cukup menguras tenaga kami. Sampaibdi pertengahan pos 3 lutut kami sudah mulai terasa lelah. akan tetapi karena kami ingin segera sampai kami tetap melanjutkan perjalanan kami.

Dari pos 3 sampai dengan pertengahan pos 2 cuaca masih cerah, akan tetapi dari pertengahan pos 2 langit mulai mendung. Kamipun bersiap-siap menggunakan ponco. Setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Karena sudah kelelahan dan ditambah dengan gerimis ada dari anggota kami yang lemas dan kami pun beristirahat sejenak di pos 2.

Pada pukul 16.30 kami melanjutkan perjalanan dari pos 2 menuju pos 1. Disana kami melihat pepohonan pepohonan besar yang  tumbuh  disana. Uniknya pohon pohon tersebut berwarna orange dan memiliki ukuran pohon yang tinggi tinggi. Setelah lelah melalui jalur batuan,  kami pun menemukan jalur yang enak untuk dilalui.yaitu jalur tanah. Meskipun ada anggota kami yang lemas, kami tetap berusahalah meyakinkan dan memberi semangat sehingga kita bisa melanjutkan sampai di pos 1.

Kami tiba di pos 1 pukul 05.30 kami beristirahat di shelter yang biasanya digunakan untuk berjualan. Saat sampai disana kami membuat angetan dan mengeluarkan beberapa Snack. Karena kondisi kaki yang cukup lemas. Kami beristirahat disana kurang lebih selama 30 menit untuk memulihkan tenaga kami.

Lalu pada pukul 06.00 kami kembali melanjutkan perjalanan kami. Saat itu gerimis sudah mulai reda. Beberapa dari kamipun melepas Ponco yang kami gunakan. Karena saat itu sudah menjelang Maghrib kami pun segera menyelesaikan perjalanan kami. Dari pos 1 menuju jalan raya, jalur yang kami lalui adalah jalur jalan setapak yang lurus dengan kanan kiri merupakan larang sayur sayuran. Ladang itu begitu luas, dan jalan nya cukup panjang. Di tengah perjalanan kami menyiapkan headlamp karena langit mulai gelap. saat di tengah perjalanan tiba-tiba hujan gerimis kembali terjadi. Kami pun kembali mengenakan Ponco. Dan melanjutkan perjalanan

Setelah memakan waktu selama 1 jam 20 menit. Kami pun tiba di daerah perkampungan. Dan langsung menuju ke jalan raya. Saat di tengah perjalanan kami berjumpa dengan warga sekitar, yang mana saat itu kami diberi tahu bahwa jalur Kledung ditutup dan tidak boleh dilalui oleh pendaki. Lalu kami pun mengatakan kalo kamu mau ke embung (camping area dekat sana), dan tidak mengatakan kalau kami selesai turun lewat jalur Kledung. Setelah itu kami pun berjalan selama 10 menit menuju jalan raya.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami untuk pulang dengan menaiki bis. Disana kami menunggu bis kurang lebih selama  10 menit. Dan kami pun mendapatkan bus yang hendak kami tumpangi. Karena sudah kelelahan, seluruh anggota kami langsung tertidur pulas selama perjalanan. Akan tetapi malam itu perjalanan kami tidak begitu lancar, karena bisa yang kami tumpangi ban nya rusak, dan memakan waktu cukup lama untuk perbaikan yaitu selama 1,5 jam. Sehingga kami baru tiba di terminal sukun pukul 12.30.

Sesampainya terminal sukun kami langsung memesan grab. Akan tetapi karena hp kami mati semua, kamipun men charge hp kami dulu di Alfamart lalu memesan grab. Dan akhirnya setelah perjalanan 10 menit kami pun tiba di POLINES. Setelah itu kami segera membersihkan alat dan merapikan barang-barang yang kami bawa selama pengembangan. Pada pukul 03.00 kamipun selesai mencuci alat dan melakukan sarapan. Setelah itu kami istirahat.

 

PENDAFTARAN PENDIDIKAN DASAR WAPALHI KE XXXII

Assalamu’alaikum WR.WB
SALAM RIMBA, SALAM LESTARI 🍃🍃

Hai hai hai Saudara semua👋👋👋
Apa kabar semuanya ?
Bagaimana kuliahnya?
Bosan bukan kalau cuma kuliah pulang kuliah pulang.
Kita dari WAPALHI menemukan solusi buat saudara-saudara semua.
Telah dibuka Open Recruitmen PENDIDIKAN DASAR KE- XXXII
Kapan sih acaranya?
Taraaa ini jawabannya..

🗓 Sabtu-Minggu, 20-21 Oktober 2018
🏫 Politeknik Negeri Semarang
💵Free HTM

Formulir bisa diambil di Posko Damai Wapalhi PKM Lt 1 atau bisa click disini –> FORM PENDAS
Datang dan ramaikan.

“Badai akan menyisakan pohon yang kuat, Nikmati prosesnya dan jangan putus asa”
Jadilah penerus nafas WAPALHI yang tangguh dan Pantang Menyerah.

Infomasi lebih lanjut :
Yetti (089510686567)
Ulfa (085869104107)

Temu Wicara Kenal Medan

tw8

Pada hari pertama 23 Oktober 2017 Pembukaan TW-TWKM KE- 29 dimulai jam 09.00 yang dibuka oleh tuan rumah yaitu Ketua Umum Mapala Universitas Bung Karno. setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan pembahasan agenda sidang yang akan dibahas untuk satu minggu ke depan. jam 10.00 membahas agenda sidang untuk hari kedua (24 Oktober 2017) yaitu:

  1. Laporan Pertanggung jawaban PKN(Pusat Koordinasi Nasional)
  2. Laporan Pertanggung jawaban PKD(Pusat Koordinasi Daerah)
  3. Laporan Pertanggung jawaban tim perumus
  4. Laporan Pertanggung jawaban tim delegasi

Read more