30 TAHUN 30 TUMPENG

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

 

30 tahunn30 Tahun 30 Tumpeng adalah salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan Tri Dasawarsa Wapalhi. Tri Dasawarsa Wapalhi merupakan salah satu progam kerja Wapalhi kepengurusan 2013-2014 untuk merayakan ulang tahun yang ke 30. Rangkaian kegiatannya adalah Less Tissue, 2000 Bibit untuk Bumiku, 30 Tahun 30 Tumpeng dan Tradisi Ungaran.

Less Tissue adalah kegiatan sosialisai penggunaan tisu kepada mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan ini dimulai pada November dan bekerja sama dengan Public Relation Undip. Mungkin saat ini masih banyak orang yang menganggap kalau penggunaan tisu adalah hal yang biasa-biasa saja. Masih banyak yang tidak memperhatikan efek penggunaan tisu baik dari segi kesehatan, sosial maupun dari segi sosial. Dari segi lingkungan misal butuh 6 tahun untuk menumbuhkan sebatang pohon yang menghasilkan satu kotak tisu, 270.000 pohon seluruh dunia terbuang di toilet dan tempat sampah setiap harinya karena penggunaan tisu. Untuk info lebih lengkapnya silahkan follow @LessTissue.

Kegiatan kedua Wapalhi dalam Tri Dasawarsa adalah 2000 Bibit untuk Bumiku. Kegiatan ini bekerjasama dengan Komunitas Hijau “Nuggak Semi” Semarang. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 1 Desember 2013 di Area Waduk Jatibarang, Semarang . Dalam kegiatan ini Wapalhi mengajak peserta dari Mahasiswa Polines dan Mahasiswa Pecinta Alam se-Kota Semarang dengan total peserta mencapai 200 orangan. “Ini adalah bentuk nyata Wapalhi dibidang lingkungan, semoga dapat bermanfaat untuk bumi kita tercinta ini, semoga kita tidak hanya menanam tapi juga merawat.” tutur adiansyah selaku Ketua Pelaksana Tri Dasawarsa Wapalhi.

 

a

 

Sebagai wujud rasa syukur telah mencapai usia 30 tahun, Wapalhi mengadakan acara tasyakuran 30 Tahun 30 Tumpeng. Acara ini berlangsung pada Jum’at, 6 Desember pukul 20.00 dan penutupan acara pukul 23.00. Acara yang digelar di Kantin Tata Niaga ini diramaikan oleh penampilan dari Mas Ompong, salah satu musisi ternama di Tembalang yang membawakan lebih dari 10 lagu. 30 Tahun 30 Tumpeng ini dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari Keluarga Besar Mahasiswa Polines, Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) se-Kota Semarang dan Solo, Orang Tua Wapalhi (Alumni), Bapak Garup Lambang Goro selaku Wadir III dan Bapak Margana selaku Pembina UKM Wapalhi. “Saya tidak menyangka Wapalhi bisa membuat acara seramai ini.”, kata Pak Garup di sambutannya. Acara ini ditutup dengan pemotongan 30 tumpeng dan makan bersama.

P1040983

Keesokan harinya setelah acara Tasyakuran 30 Tahun 30 Tumpeng, Wapalhi mengadakan tasyakuran intern yaitu Tradisi Ungaran di Medini, Gunung Ungaran. Acara ini berlangsung selama dua hari yaitu Sabtu dan Minggu. Tradisi Ungaran adalah Tradisi yang sudah ada sejak Wapalhi berdiri dan merupakan acara tahunan Wapalhi. “Tradisi Ungaran, saya ingin bernostalgia, saya ingin kembali mengenang masa saat dimana saya masih kuliah, Jayalah wapalhi.” Kata Kang Eko Suroso mengenang, yang merupakan alumni Polines angkatan 1994.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *