previous arrow
next arrow
Slider

APA SAJA JENIS JENIS GUA?

Apa Saja Jenis – Jenis Gua?

         Caving berasa dari kata cave yang artinya gua, orang yang menelusuri gua disebut caver. Caving dapat disimpulkan sebagai aktivitas penelusuran gua.

Sebelum memasuki gua tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis – jenis gua agar dapat mempersiapkan apa yang dibutuhkan karena biasanya jenis gua juga mempengaruhi alat alat yang dibawa pada saat akan memasuki gua.

Gua memiliki beberapa jenis, nah pada kali ini akan membahas jenis – jenis gua yaitu:

  • Berdasarkan letak dan batuan pembentuknya, gua alam dibagi dalam beberapa jenis, yaitu

          1. Gua Lava

 

yaitu gua yang terbentuk akibat aktifitas vulkanik dari gunung berapi. Ketika terjadi letusan, lava yang   dimuntahkan mengalir kebawah membentuk alur-alur memanjang. Ketika bagian atas/permukaan lava sudah membeku, laca yang dibawah permukaan masih mengalir terus sehingga menimbulkan rongga atau lorong.

          2. Gua Littoral

 

yaitu gua yang terbentuk didaerah tebing pantai, akibat pengikisan yang dilakukan oleh angin dan gelombang laut.

         3. Gua Kapur atau Limenstone

 

yaitu gua yang terjadi didalam daerah batuan kapur atau limenstone, akibat dari pengikisan air terhadap batuan kapur di dalam tanah. Gua kapur inilah yang menjadi obyek penelusuran dan ekspoitasi bagi pecinta alam atau penelitian yang tidak habis-habisnya oleh para ilmuwan. Hal ini disebabkan karena banyak daerah atau kawasan hunian yang berstruktur batuan kapur, sehingga gua-gua yang ada disekitarnya, bagaimana pun juga mempunyai pengaruh positif maupun negatif bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

         4. Gua pasir

 

Gua batu halit, gua es, dsb : adalah bentukan gua yang sangat jarang dijumpai didunia, hanya meliputi 5% dari seluruh jumlah gua di dunia.

 

  • Berdasarkan bentuknya, gua dibedakan menjadi:

         1. Gua Vertikal

 

Gua jenis ini memiliki mulut gua yang tegak, sehingga penjelajahan di dalamnya memerlukan alat bantu.Salah satu goa vertikal yang terkenal di Jawa Tengah khususnya daerah Gunung Kidul  adalah Gua Jomblang. Untuk memasuki goa tersebut,  harus menuruni jurang yang curam sedalam puluhan meter menggunakan lintasan tali dengan teknik single rope. Keindahan yang ditawarkan oleh Gua Jomblang adalah pepohonan hijau yang terdapat di bawah, dan juga cahaya nya yang biasa orang mengatakan cahaya surga.

         2. Gua Horizontal

          Gua jenis ini memiliki mulut goa yang cenderung mendatar, sehingga bisa dijelajahi oleh pemula sekalipun. Salah satu contoh gua horizontal yaitu Gua Bojong di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang memiliki banyak ruangan goa yang dihuni oleh ribuan kelelawar.

         3. Gua Bawah Air

          Seperti namanya, lorong masuk gua ini dipenuhi oleh genangan air. Jika ingin menjelajahinya pun harus menyelam terlebih dahulu. Adapun baru-baru ini, telah ditemukan gua bawah air yang terdalam di dunia, terletak di Republik Ceko, Polandia. Gua dengan kedalaman 404 meter tersebut mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh gua Pozzo Del Merro di Italia.

Nah itulah beberapa jenis gua, dan tentunya semua gua memiliki karakterisitik yang berbeda, dan keindahannya masing – masing. Selain itu alat yang digunakan pun tentunya berbeda.

KEINDAHAN GOA JOMBLANG DENGAN CAHAYA SURGANYA

           

            Goa Jomblang merupakan goa vertikal yang bertipe collapse doline. Goa ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah luweng.

Itulah yang membuat unik karena di dasar goa vertikal terdapat hutan purba dan mulut goa horisontal dengan diameter sekitar 50 meter ini sering disebut dengan nama Luweng Jomblang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       Untuk memasuki Goa Jomblang dengan kedalaman 60 meter ini pengelola memberikan peralatan khusus yg mana telah mengikuti standar caving di goa vertikal. Wisatawan hanya perlu membawa perlengkapan seperti baju ganti, kaos kaki dan air mineral. Sebagai gambaran aktivitas di dalam goa akan melewati trek yg berlumpur dan kondisi ruangan yang lembab serta medan turunan dan tanjakan dengan durasi trip -+ 3 jam ( periapan dan antri proses turun maupun naik -+ 2 jam dan susur goa -+ 1 jam ). Selain itu di dalam goa juga terdapat aliran air yang dangkal. Proses menuruni goa vertical menggunakan pulley sistim ( sistem timba ) dengan di delay oleh operator. Proses naik pun kurang lebih sama, dengan ditarik manual oleh beberapa puluh 20 – 30 orang. trip ini dilakukan 1x dalam sehari dengan maksud untuk memperoleh timming cahaya matahari masuk ke dalam goa yang sering disebut “cahaya surga”, jadi di perlukan booking terlebih dahulu.

            Selain kedalaman 60 meter, Goa Jomblang juga memiliki jalur dengan kedalaman 80 meter, 25 meter, dan 20 meter.

Pada tanggal 25 September 2021 WAPALHI (Wahana Pecinta Lingkungan Hidup) Politeknik Negeri Semarang melakukan penelusuran Goa Jomblang dengan menggunakan jalur yakni 80 meter dengan membuat jalur sendiri dan memakai alat-alat sendiri.

Alat – alat yang perlu digunakan untuk regging man adalah carmantel 100m yang disambung dengan carmantel  75m yang dibawa menggunakan dry bag  dengan ukuran 60l, seorang regging man menggunakan alat yaitu satu set srt yang termasuk dengan cover all, sepatu boot, helm dan  head lamp. Alat – alat logam selain yang termasuk set srt adalah caraniber scrue, carabiner snap, dan auto stop. Untuk alas carmantel, seorang reegging man menggunakan MMT bekas, matras, pedding crack, dan paracot. Untuk menghindari adanya gesekan antara carmantel dengan tebing secaralangsung yang nantinya akan menyebabkan putusnya carmantel.

WAPALHI melakukan perjalanan dari basecamp menuju Goa Jomblang sekitar pukul 02.00 WIB dengan jarak tempuh sekitar 1,5km dengan waktu tempuh 5menit dengan menggunakan motor. Kesulitan awal saat akan melakukan  regging adalah mencari mulut Goa Jomblang dengan kedalaman 80m, karena hanya dengan menggunakan pencahayaan headlamp. Regging man harus mencoba jalur yang telah ia buat sendiri untuk memastikan bahwa jalur tersebut aman untuk dilewati caver lainnya. Saat mencoba jalur, kendala yang dihadapi oleh regging man  adalah di tengah – tengah jalur auto stop yang digunakan tiba – tiba sedikit macet.

            Caver yang mencoba jalur 80m berjumlah 15 orang hingga sampai pada cahaya surga tepat pukul 13.00 WIB, disana kita dapat menikmati keindahan dibawah tanah yang tidak semua orang dapat merasakan keindahannya. Dan melihat ornamennya yang menyala bercahaya dengan aliran air dibawahnya yang dangkal.

         

APA ITU CAMPCRAFT?

          Apa itu Campcraft? CampCraft terdiri dari 2 kata yaitu Camping dan Craft. Camping adalah kegiatan bermalam di alam terbuka dengan menggunakan fasilitas seadanya. Sedangkan Craft (Kreativitas) atau keahlian yang merupakan suatu kemampuan mentuk mencipta atau daya cipta. Apakah dari keduanya dapat dikaitkan ? terntu saja bisa. Dalam CampCraft ada Shelter (bivak) yang berarti tempat berlindung sementara dalam keadaan darurat terhadap panas, angin, hujan, maupun dalam keadaan lain saat melakukan perjalanan yang digunakan untuk tempat beristirahat. Pembuatannya sesuai dengan kreativitas masing – masing dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia bisa dari bahan alami seperti Pepohonan (dedaunan, ranting, batang, akar), Bebatuan, Goa, dan sebagainya. Lalu bisa juga dari bahan buatan seperti bahan – bahan yang sudah kita  persiapkan. Contohnya Plastik, Ponco, Jas hujan, Fly sheet, dan sebagainya. Dalam pembuatan bivak tentunya harus paham syarat – syarat dalam pembuatan bivak itu sendiri, diantaranya :

  • Tanah atau tempat yang datar (kemiringannya tidak boleh >30 derajat).
  • Dekat dengan sungai tapi jangan terlalu dekat dengan aliran sungai.
  • Jangan dekat dengan tebing yang berpotensi longsor atau di bawah pohon yang rapuh.
  • Perhatikan arah angin.
  • Bukan pada jalur binatang
  • Tempat tidak lembab.

Dalam pembuatan bivak alam juga terdapat pula jenis – jenis bivak yaitu Shelter Sheet (atap buatan), Stone Barries (gundukan batu), Natural Hollow (lbang di alam), dan Fallen Trunk (Rubuhan pohon. Selain persyaratan di atas ada pula perlengkaan yang harus dipenuhi dalam pembuatan Camp diantaranya membawa peralatan pribadi / kelompok, tersedianya jemuran untuk perlengkapan pribadi / kelompok, tersedianya jemuran sepatu, parit yang mengelilingi bivak, serta perapian. Nah, untuk perapian sendiri ini juga memiliki jenis / penyusunan yang berbeda diantaranya Criss Cross Fire (penyusunan kayu ke atas), TeePee Campfire (bentuk perapian kayu mengkrucut), Lead-to Campfire (menyandarkan batang – batang kecil pada kayu yang lebih besar), Star Campfire (Model susunan bintang).

Nah, itu dia cara – cara dalam pendirian Camp yang benar supaya tempat yang akan kita gunakan untuk beristirahat menjadi nyaman.

SUMMER CAMP WAPALHI 2021

 

           Summer Camp merupakan kegiatan yang diadakan oleh WAPALHI yang merupakan serangkain dari program kerja Welcome To WAPALHI. Kegiatan Welcome To WAPALHI merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun oleh UKM WAPALHI Politeknik Negeri Semarang. Kegiatan ini dilakukan setiap awal semester ganjil pada bulan September – Oktober sebagai ajang promosi kepada mahasiswa baru agar lebih mengenal dan tertarik dengan UKM WAPALHI.

Tujuan dari kegiatan Summer Camp yaitu untuk memperkenalkan WAPALHI kepada mahasiswa baru, memberikan pemahaman dan ilmu baru terhadap mahasiswa baru, dan dapat menggali potensi, minat dan bakat mahasiswa baru.

Kegiatan Summer Camp dilaksanakan pada tanggal 09 – 10 Oktober 2021 yang akan dilaksanakan di daerah Promasan. Kegiatan Summer Camp berisi Talkshow dan pendakian di Gunung Ungaran. Kegiatan dimulai pada tanggal 09 Oktober 2021 yang diawali dengan upacara pemberangkatan yang dilaksanakan di Lapangan Hitam Politeknis Negeri Semarang. Kemudian mobilisasi menuju Medini dan dilanjut mobilisasi menuju Promasan. Sampai di Promasan pukul 15.30 kemudian istirahat hingga pukul 19.30.

Kemudian peserta dan panitia kumpul di lapangan Promasan untuk mengikuti acara Talkshow. Moderator acara Talkshow yaitu dari Saudara Tua WAPALHI yaitu Khusnah Herawati dari Angkatan Wanara yang merupakan auditor dan aktivis pecinta alam. Untuk narasumber mendatangkan aktivis dari WALHI Jateng yaitu Nur Colis. Talkshow mengangkat tema “Problematika Lingkungan Hidup di Indonesia dan Cara Penanganannya”. Acara Talkshow dilaksanakan hingga pukul 21.30 kemudian dilanjutkan istirahat peserta.

Pukul 02.30 WIB peserta melakukan pemanasan sebelum melakukan pendakian. Pendakian dimulai pukul 03.00 WIB, kita dapat melihat sunrise ketika berada di jalur pendakian sebelum sampai di puncak. Sampai puncak pukul 06.00 WIB, dilanjutkan foto bersama kemudian turun kembali menuju Promasan. Sampai di Promasan makan pagi kemudian persiapan untuk pulang. Jalur turun melewati Curug Lawe, sesampainya disana istirahat, bermain air dan foto Bersama. Acara selanjutnya mobilisasi menuju Polines.

          Kegiatan Summer Camp berjalan dengan lancar dibuktikan dengan antusiasnya peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dengan dilaksanakannya kegiatan Summer Camp ini mahasiswa  baru mendapatkan ilmu dan dapat menarik minat mahasiswa baru agar bergabung menjadi anggota WAPALHI.