DSC03413-edited

Kafein dan Petualangan

Kebiasaan yang hingga saat ini masih saya lakukan adalah minum kopi di pagi hari.. hal tersebut selalu efektif untuk membangkitkan semangat untuk memulai aktifitas sehari – hari.. Tahukah kalian bahwa secangkir kopi Lihat »

Lingkaran Doa

Tradisi Merapi 2015

Tradisi Merapi adalah salah satu agenda tahunan yang diadakan oleh UKM Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Politeknik Negeri Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 1 – 3 Mei 2015 Lihat »

tmaaa

Tradisi Merapi 2014 : walaupun waspada tetapi Tradisi tetap berjalan

Tradisi Merapi adalah acara tradisi yang setiap tahun di adakan oleh Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Polines. yang acara intinya adalah pelantikan Kepala Suku Wapalhi yang baru untuk kepengurusan satu tahun kedepan. Lihat »

SUMBING

(Revisi) Pengumuman Pemenang Lomba Foto “Generasi Peduli Lingkungan”

(REVISI) Pengumuman Pemenang Lomba Fotografi “Generasi Peduli Lingkungan” Salam Lestari!!! WAPALHI -Polines  mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta lomba  fotografi yang telah berpartisipasi didalam lomba fotografi Generasi Peduli Lingkungan– WAPALHI yang bertemakan “Keindahan Gunung”. Lihat »

Temu Wicara Kenal Medan

Pada hari pertama 23 Oktober 2017 Pembukaan TW-TWKM KE- 29 dimulai jam 09.00 yang dibuka oleh tuan rumah yaitu Ketua Umum Mapala Universitas Bung Karno. setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan pembahasan agenda sidang yang akan dibahas untuk satu minggu ke depan. jam 10.00 membahas agenda sidang untuk hari kedua (24 Oktober 2017) yaitu:

  1. Laporan Pertanggung jawaban PKN(Pusat Koordinasi Nasional)
  2. Laporan Pertanggung jawaban PKD(Pusat Koordinasi Daerah)
  3. Laporan Pertanggung jawaban tim perumus
  4. Laporan Pertanggung jawaban tim delegasi

Kenal Medan Gunung Hutan

gh3

 

twkm

Pada TWKM ke-29 ini, Tujuan tempat dari KM GH adalah Gunung Gede Pangrango, Bogor.

Setelah Pembukaan selesai, untuk selanjutnya dilakukan pemisahan antara peserta TW dan KM. Peserta KM juga dipisah antara divisi satu dengan divisi yang lain. Kemudian diberikan koordinasi khusus untuk TW atau KM yang diikutinya.

Kenal Medan Susur Goa

3

2
TWKM (Temu Wicara Kenal Medan) ke-29 Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun ini dituan rumahi oleh Marhaen Pecinta Alam Universitas Bung Karno Jakarta. Tema yang di angkat adalah Aktualisasi Mahasiswa Pecinta Alam Terhadap Ancaman Bencana Ekologis. Berbagai masalah dibahas dalam TWKM setiap tahunnya, mulai dari kurikulum pendidikan, Lingkungan hidup, advokasi lingkungan dan permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di seluruh Indonesia.

TRADISI MERAPI 2016


Lingkaran doa

Tradisi Merapi adalah salah satu acara tahunan yang diadakan oleh UKM Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Politeknik Negeri Semarang. Kegiatan rutin di awal bulan Mei ini diadakan untuk melantik kepala suku WAPALHI baru. Acara Tradisi Merapi tahun ini dilaksanakan pada tanggal 7-8 Mei 2016 yang disertai dengan pendakian massal, diikuti oleh 140 peserta dari kalangan umum dan sesama pecinta alam sekitar Jateng-DIY.

Rangkaian acara dimulai pada tanggal 6 Mei 2016 yang berisi technical meeting untuk peserta Tradisi Merapi. Para peserta diberikan pengarahan tentang teknis pendakian yang akan dilaksanakan nantinya.


Techical meeting peserta pendakian

Hari berikutnya, acara dimulai pada pukul 12.30 WIB dan dibuka dengan upacara pemberangkatan yang dihadiri oleh Wakil Direktur III Politeknik Negeri Semarang, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, Anggota Aktif, Anggota muda, dan Orang tua (Alumni) WAPALHI serta para peserta pendakian massal. Acara dilanjutkan mobilisasi ke Selo, Boyolali menggunakan 5 buah. Walaupun ada kendala karena hujan dan dua truk telat, namun kendala tersebut dapat ditangani oleh panitia. Jalan yang rusak di selo membuat para peserta pusing dan bahkan lalu lintas sempat macet karena ada perbaikan jalan. Peserta sampai di basecamp pukul 17.45 dan langsung membereskan barang-barangnya sembari istirahat sejenak. Basecamp yang digunakan disini bukan basecamp barameru melainkan rumah Pak Sarju warga Dusun Plalangan.

Setelah membersihkan diri, sholat, dan makan, para peserta diajak ke tempat yang sudah ditentukan panitia untuk melaksanakan acara inti. Acara inti dibagi menjadi dua, yaitu acara intern dan ekstern. Acara ekstern sendiri diikuti oleh peserta pendakian massal dan beberapa anggota WAPALHI yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Para peserta diajak menonton film petualangan yang berjudul “Meru” dan berbagai games lainnya yang selesai sekitar pukul 22.00.


Serasehan peserta pendakian

Sementara acara intern dimulai pukul 21.00 yang diikuti oleh Anggota Aktif, Anggota Muda, dan Alumni WAPALHI. Selanjutnya para anggota memperkenalkan diri mulai dari anggota aktif, anggota muda dan dilanjutkan perkenalan orang tua WAPALHI dari angkatan yang paling muda sampai yang paling tua. Tidak lupa, para kandidat calon kepala suku juga memperkenalkan diri yang diantaranya Aodea Putri Rosdiana, A. K. Chandra Nugraha, Eka Ruliana, dan Sholikadin W. A.

Acara dilanjutkan dengan sarasehan antar anggota dan alumni WAPALHI. Terlihat suasana kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang erat antar satu dengan yang lain. Semua membaur menjadi satu, yaitu WAPALHI. Para anggota antusias untuk bertanya tentang apa saja yang ingin ditanyakan kepada para pendahulu mereka, dan para orang tua WAPALHI pun tak sungkan untuk memberikan wawasan baru pada adik-adiknya sebagai tambahan ilmu, tambahan pengetahuan untuk kepengurusan nantinya. Suasana malam yang hangat itupun harus berkhir karena semua harus bersiap untuk melakukan pendakian. Sebagian panitia membangunkan peserta dan sebagian lagi mempersiapkan logistik yang akan dibawa.

Peserta pendakian dibagi menjadi enam kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh dua panitia, serta dua tim medis dari KSR Unit POLINES dan KSR unit UNDIP. Pendakian dimulai pukul 02.00 WIB dini hari. Jalur yang akan dilalui dimulai dari New Selo – Gerbang – Watu Belah (Pos 1) – Selo Kopo (Pos 2) – Pasar Bubrah (Pos 3). Langit masih pekat. Cahaya senter dari para pendaki lainnya, dengan tujuan yang sama, mulai nampak. Menciptakan formasi bak bintang berjalan. Kaki-kaki kecil mulai menapaki jalur pendakian. Selangkah demi selangkah. Tak terasa warna pekat itu pun mulai berubah cerah mengiringi adzan subuh yang berkumandang. Para pendaki berhenti satu persatu mencari tempat yang datar dan melaksanakan sholat subuh. Perjalanan pun dilanjutkan, dengan semangat yang masih sama. Butuh waktu 5 jam untuk semua pendaki sampai di pasar bubrah.

Upacara pelantikan dilaksanakan pukul 08.00 WIB dimulai dengan pembacaan kode etik pecinta alam oleh M. Farisul Haq, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan oleh Tony Suharyanto, yang menetapkan saudara A. K. Chandra Nugraha sebagai kepala suku terpilih untuk periode 2016/2017 yang nantinya akan memimpin WAPALHI selama satu tahun kedepan. Lalu dilaksanakan penyerahan bendera WAPALHI dari alumni WAPALHI kepada kepala suku terpilih.


Pelantikan kepala suku WAPALHI 2016/2017

Tidak hanya pelantikan kepala suku baru, dilaksanakan pula pelantikan anggota penuh WAPALHI 2016. Dengan dibacakannya Surat Keputusan oleh A. Yusuf Karoma selaku Ketua Pendidikan Dasar XXIX. Menetapkan 8 nama yaitu Luthfi Hari Utama, Aisyah Noor A, Linda Widyastuti, Krisna Mukti N, Nur Setyoningsih , Ikhsan Muzaki, Ani Setyowati, dan Dwina Enggal A sebagai anggota penuh angkatan 2015 dengan nama angkatan “Bhaskara Indupati” yang kemudian disingkat “BI” yang mempunyai arti Matahari dan Rembulan. Setelah penyematan slayer kepada anggota penuh, semua anggota WAPALHI membentuk lingkaran doa dan menyanyikan tiga lagu yaitu Padamu Negeri, Syukur, dan Mars WAPALHI. Suasana khusu’ sangat terasa dikala tiga lagu tersebut dinyanyikan. Panjatan doa pun tak lupa diucapkan demi bertambah jayanya WAPALHI. Upacara selesai dilanjutkan dengan foto bersama oleh semua anggota WAPALHI. Pukul 10.00 semua peserta pendakian turun ke basecamp sembari melaksanakan bersih gunung. Sebagai generasi muda, para peserta harus peduli dengan lingkungan di sekitarnya. Dimulai dari diri sendiri, seperti contoh tidak membuang sampah di sembarang tempat apalagi di gunung, karena gunung bukanlah tempat sampah. Membuang sampah pada tempatnya berarti menjaga kelestarian dan keindahan lingkungan.


Angkatan Bhaskara Indupati

Setelah sampai di basecamp dan membersihkan diri, semua peserta dan panitia beristirahat dan melemaskan badan setelah lelah mendaki. Makan siang pun sudah tersedia dan secara bergantian baik peserta maupun panitia menyantap hidangan makan siang. Pukul 15.30 WIB dilaksanakan upacara penutupan Tradisi Merapi 2016 dilanjutkan persiapan pulang menuju Semarang menggunakan truk. Sesampainya di POLINES, semua peserta berpencar menuju rumah ataupun kos masing-masing untuk beristirahat. Beberapa peserta yang berasal dari luar kota ada yang masih menginap satu malam sebelum besoknya kembali ke kota masing-masing.

 

TRADISI MERAPI 2016

SALAM LESTARI…!!!!

 

TRADISI MERAPI merupakan acara tahunan dari Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Politeknik Negeri Semarang dalam rangka pelantikan Kepala Suku baru wapalhi. Pada Tradisi Merapi kali ini diadakan Pendakian masal yang dibuka UNTUK UMUM, dan juga merupakan agenda yang paling ditunggu tunggu setiap tahunnya oleh simpatisan maupun para pendaki gunung di pulau jawa khususnya Jateng dan DIY.

 

PAMFLET TRADISI MERAPI 2016

 

download jadwal peserta

download =>  FORMULIR PENDAFTARAN

download => Daftar perlengkapan dan perbekalan

 

TRADISI MERAPI 2016

WAHANA PECINTA LINGKUNGAN HIDUP

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG