previous arrow
next arrow
Slider

Watu Gribig

Syahdunya Rock Climbing di Watu Gribig

 

Semarang, 7 Juli 2021 – WAPALHI melakukan kegiatan Rock Climbing di Watu Gribig Dieng Wonosobo

Panjat Tebing atau yang biasanya disebut Rock Climbing merupakan salah satu dari divisi yang ada di Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI) Semarang. Rock Climbing adalah salah satu kegiatan olahraga alam bebas yang menggunakan skill dan beberapa teknik yang dilakukan di tebing. Selain itu olahraga ini juga diperlukan fisik yang kuat karena banyak menguras tenaga. Oleh karena itu sebelum melakukannya diharuskan untuk Latihan fisik terlebih dahulu agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan saat melakukan kegiatan ini.
Pada kali ini WAPALHI melakukan kegiatan panjat tebing di Tebing Watu Gribig yaitu di daerah Dieng Wonosobo tepatnya di desa Jojogan kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Lokasi tebing berada diketinggian 2100 MPDL yang dikelilingi hamparan perbukitan juga perkebunan tanaman kentang serta sayuran lain yang membuat susana nampak asri. Selain itu banyak juga keindahan yang ditawarkan, di tebing ini kita bisa melihat indahnya Telaga Warna yang dilihat dari atas dan melihat gagahnya gunung Prau. Hal itu yang membuat Tebing Watu Gribik terlihat luar biasa
Tebing ini mempunyai -+ 15 jalur dengan tipe yang berbeda yang bisa dipakai mulai dari anak – anak hingga atlet. Tebing Watu Gribik untuk setiap tahunnya ada penambahan dan perkembangan jalur dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Tebing Watu Gribik ini memiliki tipe batuan andesit dan tipe tebing yang mayoritas tebing rekahan atau crack, cocok untuk bermain sport karena sudah tersedia ring dan oval milion rapide untuk bermain top rope, selain itu juga bisa main runner to runner atau lead climbing. Pada Tebing Watu Gribik ini juga bisa untuk artificial dengan memanfaatkan rekahan yang ada menggunakan fren. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 2 – 4 Juli 2021
Persiapan dilakukan sejak tanggal 1 Juli yaitu list logistic dan juga alat – alat yang digunakan saat panjat tebing, selain kami membawa perlengkapan panjat kami juga mempersiapkan perlengkapan untuk camping. Setelah semuanya sudah dipersiapkan kami pun istirahat.

2 Juli 2021
Waktu menunjukkan pukul 02:25 kami pun bersiap-siap untuk berangkat diawali dengan upacara pemberangkatan. Setelah upacara pemberangkatan selesai kami melakukan mobilisasi menuju temanggung terlebih dahulu dan bermalam di salah satu rumah anggota kami. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam sesampainya di Temanggung kami makan – makan lalu istirahat.
3 Juli 2021
Tak terasa sudah pagi menjelang siang dengan hawa yang dingin dan kondisi yang masih mengantuk tetapi kami tetap bergegas melakukan persiapan yaitu mandi lalu sarapan. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menuju Dieng Wonosobo pada pukul 14:10. Diperjalanan nampak pemandangan indah gunung Sumbing disebalah kiri dan gunung Sindoro Disebalah kanan apalagi saat sudah sampai didaerah Dieng pemandangan begitu indah kanan kiri terdapat pegunungan dan juga pemandangan ramainya kota yang dapat dilihat dari atas dengan udara yang sejuk. Ditengah perjalanan kami berhenti terlebih dahulu untuk membeli logistic yang kurang lalu melanjutkan perjalanan.
Setelah sampai di daerah Jojogan pukul 17:00 kami melakukan mobilisasi menuju tebing Gribig dengan jalan kaki sekitar 15 menit dengan medan yang lumayan curam karena tebing berada diatas ketinggian 2100 MPDL. Sampai di tebing pemandangan tak kalah indah dengan pemandangan sebelumnya, disini kami bisa melihat keindahan Telaga Warna dari atas dan juga perkebunan serta gunung Prau. Lalu kami mempersiapkan camp yaitu mendirikan tenda dan mengatur barang – barang.
Matahari pun terbenam, udara semakin dingin kami pun melakukan persiapkan untuk makan malam sambil bercerita, tertawa, dan menyanyi bersama dengan langit yang indah tampak bintang – bintang yang membuat susana semakin syahdu. Udara semakin dingin dan waktu menunjukkan pukul 02:20 lalu kami memutuskan untuk beristirahat ditenda agar saat panjat tebing dalam keadaan yang fit.
4 Juli 2021
Sengatan hangatnya sinar matahari membuat kami terbangun dengan hawa yang masih dingin dan kondisi yang masih mengantuk, tetapi kami tetap melakukan persiapan yaitu cuci muka terlebih dahulu lalu sarapan. Setelah semuanya sarapan ada beberapa yang melakukan persiapan untuk rigging ada juga yang membersihkan area camp dan mempersiapkan untuk makan siang.
Pada tebing kali ini kita rigging dengan 3 jalur, untuk jalur pertama memiliki 10 hanger dengan kondisi tebing yang minim point dan permukaaan tebing yang halus. Meskipun halus tetapi jika terkena gesekan bisa membuat badan lecet. Kondisi cuaca juga begitu panas, walaupun begitu tidak mematahkan semangat kami dan malah tertantang untuk melakukannya. Pada jalur kedua jalur lumayan mudah tidak begitu sulit karena banyak point tidak seperti pada jalur pertama. Kegiatan ini memang cukup menguras tenaga, setelah semuanya telah mencoba untuk melakukan panjat tebing lalu kami makan siang.
Setelah makan siang ada beberapa yang rigging jalur ketiga, sama seperti halnya dengan jalur pertama pada jalur ketiga ini juga susah tidak banyak point itu salah satu kendalanya, selain itu ada juga yang membersihkan area camp dan juga menata barang – barang. Hari sudah mulai gelap semuanya mempersiapkan untuk pulang. Lalu melakukan perjalanan pulang menuju Posko Damai Wapalhi.

Awan Cerah Bersahabat di Sindoro

Awalnya kita diberangkatkan bersama yaitu dengan tim Pengembaraan Sumbing dan juga tim Pengembaraan Lawu berhubung salah satu dari tim pengembaraan tersebut harus menjadi Rescue bagi tim yang lain, terpilihlah tim Pengembaraan Sindoro. Pemilihan ini berdasarkan pertimbangan kesiapan dari masing-masing tim yang ingin diangkat.

H-1 pelaksanaan Paket Pengembaraan Sindoro, kami mempersiapkan perlengkapan dan perbekalan yang akan kami bawa saat Pengembaraan di Gunung Sindoro. Kami juga melakukan peserta dan perlengkapan Paket Pengembaraan Gunung Sindoro dimana peserta dan perlengkapan harus siap sehari sebelum hari keberangkatan.

Tibalah hari dimana Paket Pengembaraan Sindoro akan dimulai, yaitu hari Kamis, 14 Februari 2019. Kegiatan diawali dengan upacara pemberangkatan di halaman parkir depan Posko Damai Wapalhi yang dihadiri oleh kami sebagai peserta, Anggota Aktif, dan juga Saudara Tua. Peserta yang berangkat Pengembaraan Sindoro antara lain, Arsya (Gajeh), Bowo (Tapir), Ivan (Krecek), dan Syifa (Cepi). Salah satu dari kami tidak bisa mengikuti pengembaraan ini karena adanya acara, yaitu Sheila (Wajan).

Perjalanan dimulai dari Pos Damai Wapalhi yang menggunakan Terminal Sukun dengan menggunakan ojek online. Sesampainya di Terminal Sukun, kita mencari bis jurusan Wonosobo, dan akhirnya kita memulai keberangkatan harus menunggu beberapa menit. Sempat ditanya oleh orang orang, kemanakah kita akan pergi, mungkin karena kita membawa tiga tas carrier dan satu daypack. Tibalah waktu keberangkatan bis jurusan Wonosobo tersebut. Ketika sampai di Bawen, hujan mengguyur amat derasnya dan bis yang kita tumpangi berhenti untuk ” nge-tem(Istilah bis yang berhenti menunggu penumpang) selama kurang lebih 30 menit setelah itu, tanpa sadar kita sudah memasuki daerah Temanggung, dan melewati daerah yang akan kita lewati untuk menjadi jalur turun dari Pengembaraan kita, yaitu Kledung. Disekeliling kita sudah tertutup kabut yang lumayan tebal, pertanda kita akan sampai di lokasi. Kita diturunkan di pinggir jalan raya dimana kita harus berjalan selama kurang lebih 15 menit Alun alun yang dimana disitu ada mikrobus jurusan Dieng. Dilain itu, ada bapak yang memanggil kami dan menyarankan untuk menaiki ojek online saja untuk menuju basecamp Sigedang berhubung langit pun mulai gelap Dan kami pun memutuskan untuk menaiki ojek online sesuai saran dari bapak tersebut.

Dari pertigaan Rejosari, ternyata jalan yang dilewati sangatlah panjang, gelap, dan juga sepi dimana samping kanan kiri merupakan kebun yang katanya banyak “orang nakal” yang berkeliaran disitu. Sampai di desa Sigedang, kami mencari basecamp yang dituju dan ternyata masuk sebelah SD tepatnya dibalik masjid. Di basecamp kami masak perbekalan yang telah disiapkan untuk malam itu dan tak lupa kita makan bersama dengan pengurus basecamp Sigedang. Setelah makan kami beristirahat untuk menyiapkan energi di keesokan harinya.

Keesokan harinya, kami bangun dan melaksanakan sholat shubuh. Setelah itu, kita masak untuk memenuhi kebutuhan kalori yang akan kami keluarkan. Untuk mempersingkat waktu, ketika ada yang masak salah satu dari kami bergantian untuk aklimatisasi yaitu mandi. Ketika sudah selesai semua, kita makan bersama. Setelah itu kita melakukan packing ulang yang dilanjutkan dengan registrasi di pihak basecamp Sigedang. Sempat tidak mendapat izin dari pihak basecamp karena kami akan melakukan lintas jalur ke jalur kledung dimana jalur kledung pada saat itu masih ditutup karena adanya revitalisasi. Akhirnya kami melakukan kecurangan, dimana kami bilang akan turun lewat Sigedang lagi agat diizinkan naik tetapi demi kesesuaian dengan manajemen yang telah kami buat, kami nekat melalui jalur kledung untuk jalur turunnya.

Registrasi selesai, dan kita langsung melakukan pemananasan di halaman depan basecamp. Setelah semua selesai kita langsung melakukan perjalanan menuju jalur pendakian Sigedang dimana harus melewati jalan aspal terlebih dahulu untuk sampai di pos bayangan. Untuk menuju ke pos 1, kami harus melewati perkebunan teh yang sedikit lebih tinggi dari biasanya. Di pos 1 terdapat selter yang lumayan luas untuk dijadikan tempat peristirahatan sebentar, gerimis pun mulai turun dan kami memutuskan untuk mengenakan jas hujan yang telah kami siapkan. Sedikit membasahi tenggorokan dan mengembalikan sedikit energi yang telah terbuang, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2 yang medannya masih di sekitar perkebunan teh dan jalanan mulai sedikit menanjak dari jalur yang sebelumnya dan hujan terus mengguyur kami walaupun tidak terlalu deras. Sampai di pos 2 ada shelter seperti halnya di pos yang sebelumnya yaitu pos 1, didepan selter pos 2 ini ada jalan berbatu yang biasanya dilewati mobil pick up. Tambahan informasi, biasanya ada pendaki yang menggunakan fasilitas ojek sampai ke pos 2 ini.

Hujan masih menemani perjalanan kami, sebelum sampai di pos 3 kami melewati patok besi. Patok besi merupakan tanda perbatasan antara perkebunan teh dan hutan belantara. Medan yang kami lewati pun sedikit lebih berbatu dan lebih terjal, vegetasi pohonnya pun lumayan rapat. Sampai di pos 3 (Watu Tulis) jalanan lebih berbatu dan juga lebih besar dari sebelumnya. Dari pos 3 menuju batas Camp, vegetasi pohon mulai terbuka dan medannya pun lebih terjal.

Batas Camp Pos 3 merupakan batas area camp yang dianjurkan dari pihak basecamp demi keselamatan para pendaki. Kami sampai di batas camp sekitar pukul 4 dan gerimis masih mengguyur ditambah angin yang tidak begitu kencang menemani kami mendirikan tenda. Agar waktu lebih efektif, kami membagi tugas dimana yang cowok menyiapkan tenda sedangkan yang cewek menyiapkan makan malam. Akhirnya tenda siap di tempati saat matahari mulai tenggelam dan langit mulai gelap di waktu yang bersamaan makan malam pun sudah siap. Setelah makan, kami melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah kami lakukan selama sehari itu dan untuk mempersingkat waktu dikeesokan harinya kami melakukan briefing sekaligus karena keberangkatan diajukan menjadi pukul 07.00 karena ketika dipuncak maksimal hanya sampai pukul 11.00 yang berhubungan dengan aktivitas gunung Sindoro. Disela sela evaluasi dan briefing tak lupa juga kami bercengkrama dan saling tukar cerita. Saat waktu menunjukkan pukul 23.00 kami memutuskan untuk beristirahat, menimbang esok perjalanan akan sangat berat.

Ketika kami tidur angin berhembus kencang yang membuat flysheet kami bergerak dan menimbulkan bunyi yang membuat tidur kami sedikit kurang nyenyak. Keesokan harinya kami bangun pukul 02.30 dan langsung memasak nasi, karena memasak nasi dalam nesting itu sangatlah lama dan hanya orang orang tertentu yang bisa memasaknya dengan benar dan kami tak lupa memasak lauk yang akan dimakan di pagi itu. Ketika yang lain menyiapkan makan dan minuman, salah satu dari kami mengecek keluar tenda apakah ada yang tertiup angin atau tidak.

Sekitar pukul 04.40 kami melakukan sarapan, yang dilanjutkan dengan packing barang. Ketika kami melakukan packing barang sekaligus pembongkaran tenda, angin berhembus sedikit kencang tapi tidak menjadi masalah ketika pembongkaran tenda.

Setelah packing selesai, kami melakukan pemanasan dan langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak yaitu sekitar pukul 07.30. Perjalanan menuju pos 4 sangatlah melelahkan karena medan yang dilalui berbatu dan vegetasi mulai terbuka yang mungkin disebabkan kebakaran dibeberapa waktu lalu. Semakin dekat dengan puncak yaitu mulai dari pos 4 bau belerang  mulai cukup menyengat. Kami pun menggunakannya buff dan slayer agar bau tersebut tidak begitu menyengat.

Cuaca hari itu sangat cerah, kami melakukan perjalanan dengan cukup santai, karena tidak khawatir hujan akan turun. Dan kami pun beristirahat di beberapa titik seperti di sabana, segara wedhi.

Setelah melakukan pendakian  yang cukup lama, pada pukul 10.45 kami pun sampai di puncak.  Sesampainya di puncak salah satu dari anggota kami pun langsung mengumandangkan adzan. Setelah adzan kami langsung melakukan sesi foto dan dokumentasi. Karena saat itu angin berhembus sedikit kencang dan suhu disana pun juga semakin dingin.

Kami pun melanjutkan perjalanan, yaitu turun lewat jalur Kledung. Sebelum turun kami berjalan cukup jauh untuk bisa menemukan titik puncak dari jalur Kledung. Dan saat di puncak jalur Kledung, kami cukup terpukau dengan keindahan kawah yang ada di sana. Kami pun berada di puncak beberapa saat, lalu melanjutkan perjalanan untuk jalur turun.

Dari puncak sampai dengan pos 4 jalurnya di awali dengan jalan yang dipenuhi batuan, lalu dilanjut dengan jalur sabana. Cuaca saat kami turun juga mendukung langit begitu cerah dan terlihat biru terang, sehingga tidak membuat kami khawatir hujan akan turun. Pada pukul 01.03 kamipun sampai di pos 4 dan melakukan solat dan makan siang. Dan di titik itu angin juga berhembus sedikit kencang. Kami disana kurang lebih selama 30 menit lalu melanjutkan lagi perjalanan kami.

Dari pos 4 sampai pertengahan jalan di pos 3 jalan yang kita lalui masih cukup mudah dan tidak terlalu terjal akan tetapi setelah dari pertengahan pos 3 sampai dengan pos 2 jalan yang kami lalui merupakan jalur batuan dan hal itu cukup menguras tenaga kami. Sampaibdi pertengahan pos 3 lutut kami sudah mulai terasa lelah. akan tetapi karena kami ingin segera sampai kami tetap melanjutkan perjalanan kami.

Dari pos 3 sampai dengan pertengahan pos 2 cuaca masih cerah, akan tetapi dari pertengahan pos 2 langit mulai mendung. Kamipun bersiap-siap menggunakan ponco. Setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Karena sudah kelelahan dan ditambah dengan gerimis ada dari anggota kami yang lemas dan kami pun beristirahat sejenak di pos 2.

Pada pukul 16.30 kami melanjutkan perjalanan dari pos 2 menuju pos 1. Disana kami melihat pepohonan pepohonan besar yang  tumbuh  disana. Uniknya pohon pohon tersebut berwarna orange dan memiliki ukuran pohon yang tinggi tinggi. Setelah lelah melalui jalur batuan,  kami pun menemukan jalur yang enak untuk dilalui.yaitu jalur tanah. Meskipun ada anggota kami yang lemas, kami tetap berusahalah meyakinkan dan memberi semangat sehingga kita bisa melanjutkan sampai di pos 1.

Kami tiba di pos 1 pukul 05.30 kami beristirahat di shelter yang biasanya digunakan untuk berjualan. Saat sampai disana kami membuat angetan dan mengeluarkan beberapa Snack. Karena kondisi kaki yang cukup lemas. Kami beristirahat disana kurang lebih selama 30 menit untuk memulihkan tenaga kami.

Lalu pada pukul 06.00 kami kembali melanjutkan perjalanan kami. Saat itu gerimis sudah mulai reda. Beberapa dari kamipun melepas Ponco yang kami gunakan. Karena saat itu sudah menjelang Maghrib kami pun segera menyelesaikan perjalanan kami. Dari pos 1 menuju jalan raya, jalur yang kami lalui adalah jalur jalan setapak yang lurus dengan kanan kiri merupakan larang sayur sayuran. Ladang itu begitu luas, dan jalan nya cukup panjang. Di tengah perjalanan kami menyiapkan headlamp karena langit mulai gelap. saat di tengah perjalanan tiba-tiba hujan gerimis kembali terjadi. Kami pun kembali mengenakan Ponco. Dan melanjutkan perjalanan

Setelah memakan waktu selama 1 jam 20 menit. Kami pun tiba di daerah perkampungan. Dan langsung menuju ke jalan raya. Saat di tengah perjalanan kami berjumpa dengan warga sekitar, yang mana saat itu kami diberi tahu bahwa jalur Kledung ditutup dan tidak boleh dilalui oleh pendaki. Lalu kami pun mengatakan kalo kamu mau ke embung (camping area dekat sana), dan tidak mengatakan kalau kami selesai turun lewat jalur Kledung. Setelah itu kami pun berjalan selama 10 menit menuju jalan raya.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami untuk pulang dengan menaiki bis. Disana kami menunggu bis kurang lebih selama  10 menit. Dan kami pun mendapatkan bus yang hendak kami tumpangi. Karena sudah kelelahan, seluruh anggota kami langsung tertidur pulas selama perjalanan. Akan tetapi malam itu perjalanan kami tidak begitu lancar, karena bisa yang kami tumpangi ban nya rusak, dan memakan waktu cukup lama untuk perbaikan yaitu selama 1,5 jam. Sehingga kami baru tiba di terminal sukun pukul 12.30.

Sesampainya terminal sukun kami langsung memesan grab. Akan tetapi karena hp kami mati semua, kamipun men charge hp kami dulu di Alfamart lalu memesan grab. Dan akhirnya setelah perjalanan 10 menit kami pun tiba di POLINES. Setelah itu kami segera membersihkan alat dan merapikan barang-barang yang kami bawa selama pengembangan. Pada pukul 03.00 kamipun selesai mencuci alat dan melakukan sarapan. Setelah itu kami istirahat.

 

Mengunjungi Istana Dewi Rengganis

UKM WAPALHI Politeknik Negeri Semarang mengadakan Paket Pengembaraan untuk Anggota Muda (AM) di Gunung Argopuro Jawa Timur. Gunung Argopuro adalah Gunung yang berada di Probolinggo Jawa Timur yang memiliki ketinggian 3088 mdpl dan merupakan trek terpanjang se Jawa. Kegiatan pengembaraan diikuti oleh 4 AM yaitu Tombeng, Badak, Serok, dan Centil. Kegiatan dimulai dari 07 s/d 14 Februari 2018,  kegiatan diadakan sebagai bentuk lanjutan Pendidikan Dasar XXXI setelah sebelumnya sudah melakukan Gladi Lapang yang diadakan di Gunung Ungaran bulan desember tahun lalu. Read more

WAPALHI MERAUNG

Puncak Sejati full team

Semarang, 22 Oktober 2018. Kami di beri kesempatan oleh Allah swt untuk dapat melakukan pendakian ke gunung Raung Banyuwangi Jawa Timur. Perjalananan kami kali ini digagas oleh alumni / saudara tua Wapalhi dengan total 9 orang peserta.

Perlu banyak persiapan untuk pendakian ini, karena apa ? Gunung Raung tak seperti gunung gunung biasanya, yang cukup hanya bermodal  peralatan camping saja, tetapi pendakian Gunung Raung butuh alat panjat tebing seperti carmentel, webbing, carabiner, dan masih banyak lainnya untuk menunjang perjalanan menuju puncak sejati. Mungkin itu sebabnya Gunung Raung mendapat julukan gunung dengan trek / jalur ter ekstrim di Indonesia.

Read more

PENDAFTARAN PENDIDIKAN DASAR WAPALHI KE XXXII

Assalamu’alaikum WR.WB
SALAM RIMBA, SALAM LESTARI 🍃🍃

Hai hai hai Saudara semua👋👋👋
Apa kabar semuanya ?
Bagaimana kuliahnya?
Bosan bukan kalau cuma kuliah pulang kuliah pulang.
Kita dari WAPALHI menemukan solusi buat saudara-saudara semua.
Telah dibuka Open Recruitmen PENDIDIKAN DASAR KE- XXXII
Kapan sih acaranya?
Taraaa ini jawabannya..

🗓 Sabtu-Minggu, 20-21 Oktober 2018
🏫 Politeknik Negeri Semarang
💵Free HTM

Formulir bisa diambil di Posko Damai Wapalhi PKM Lt 1 atau bisa click disini –> FORM PENDAS
Datang dan ramaikan.

“Badai akan menyisakan pohon yang kuat, Nikmati prosesnya dan jangan putus asa”
Jadilah penerus nafas WAPALHI yang tangguh dan Pantang Menyerah.

Infomasi lebih lanjut :
Yetti (089510686567)
Ulfa (085869104107)